Kota Bima, Kahaba.- Puluhan pedagang yang dijadwalkan berjualan di Pasar Ramadan kawasan Pasar Senggol mendatangi Kantor Pemerintah Kota Bima, untuk menyampaikan aspirasi terkait permintaan pemindahan lokasi ke Lapangan Serasuba.
Kedatangan para pedagang tersebut sebagai bentuk keberatan terhadap lokasi yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Mereka menilai, fasilitas dan kondisi Pasar Ramadan saat ini tidak mendukung kenyamanan serta keamanan aktivitas jual beli selama Ramadan.
Salah satu pedagang Agus mengungkapkan, pedagang merasa keberatan karena harus membawa pulang sendiri sarana jualan seperti meja setiap hari setelah selesai berjualan.
“Kami harus angkut meja pulang pergi setiap hari. Meja itu berat, sangat merepotkan kalau harus dibawa terus,” ujarnya.
Selain itu, para pedagang juga mengeluhkan ukuran lapak yang dinilai terlalu sempit. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat pembeli berdesakan saat bertransaksi, sehingga mengurangi kenyamanan bahkan berpotensi menimbulkan kerawanan.
“Space jualan kecil sekali. Kalau pembeli ramai, pasti berdesakan. Kami jadi kesulitan menata barang dagangan,” tambah Agus.
Tak hanya itu, pedagang juga diminta menggunakan payung sebagai pelindung barang dagangan. Menurut mereka, solusi tersebut dinilai kurang memadai, terutama jika hujan turun disertai angin kencang.
“Kalau hujan deras, payung tidak cukup melindungi. Barang bisa basah dan rusak,” keluhnya.
Atas berbagai pertimbangan tersebut, para pedagang meminta pemerintah daerah melalui Sekretaris Daerah agar mempertimbangkan pemindahan lokasi ke Lapangan Serasuba yang dinilai lebih representatif.
“Lapangan Serasuba luas dan terbuka. Kami bisa pasang terpal bersama agar lebih aman dari hujan. Aktivitas jual beli juga lebih leluasa,” pinta Agus mewakili pedagang lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, para pedagang belum dapat bertemu langsung dengan Sekda karena yang bersangkutan tengah melayat di Kelurahan Rabadompu atas wafatnya salah satu kerabat.
“Saat ini Sekda masih melayat. Namun aspirasi pedagang sudah kami sampaikan agar menjadi perhatian dan bisa diagendakan audiensi,” ujar salah satu anggota Satpol PP yang bertugas di kantor Pemkot Bima.
*Kahaba-04













