Kabupaten Bima, Kahaba.- Pemerintah Kabupaten Bima terus menunjukkan komitmennya menekan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem melalui berbagai program terpadu lintas sektor.
Kepala Bappeda Kabupaten Bima Hariman menjelaskan, program penurunan kemiskinan dilakukan melalui kolaborasi 16 perangkat daerah dan 21 puskesmas dengan dukungan 127 sub kegiatan serta total anggaran sebesar Rp248,2 miliar.
Program tersebut difokuskan pada pengurangan beban pengeluaran masyarakat melalui bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), PBI JKN, beasiswa hingga BLT Desa.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan pendapatan masyarakat melalui pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), bantuan benih, serta pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat.
“Berdasarkan capaian tahun 2025, persentase penduduk miskin di Kabupaten Bima berhasil turun menjadi 12,59 persen atau menurun 0,32 persen dibanding tahun sebelumnya,” jelas Hariman.
Tidak hanya itu, angka kemiskinan ekstrem juga berhasil ditekan secara signifikan, dari 2,04 persen pada tahun 2024 menjadi 0,41 persen pada tahun 2025.
Di sektor kesehatan, Pemerintah Kabupaten Bima juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp53,86 miliar untuk percepatan penurunan stunting yang melibatkan 13 perangkat daerah.
Berbagai intervensi dilakukan secara terpadu, mulai dari peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, sanitasi hingga edukasi masyarakat.
“Hasilnya, angka stunting yang ditargetkan sebesar 17,33 persen berhasil ditekan hingga mencapai 12,22 persen pada tahun 2025,” tambahnya.
*Kahaba-01













