Kota Bima, Kahaba.- Jelang batas akhir pendaftaran Innovative Government Award (IGA) 2026 Kemendagri, BRIDA Kota Bima terus mempercepat proses pendampingan dan pengajuan inovasi daerah.
Kepala BRIDA Kota Bima Arif Roesman Effendy mengatakan, pendampingan dilakukan secara intensif di sejumlah satuan pendidikan dan perangkat daerah, di antaranya SDN 46 Lela, SMPN 7, SMPN 11, SMPN 15, SDN 2 Kota Bima, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bima.
“Pendampingan difokuskan pada finalisasi dokumen bukti dukung dan memastikan inovasi yang telah disiapkan segera didaftarkan melalui sistem penilaian IGA 2026,” ujarnya, Senin 31 Agustus 2026.
Arif mengajak seluruh inovator untuk tetap bersemangat hingga seluruh tahapan pendaftaran rampung. Waktu yang tersisa akan dimanfaatkan untuk memperkuat dokumen dan kualitas inovasi yang diajukan.
“Setiap inovasi masih memiliki peluang untuk diperkuat. Semangat inovasi terus dibangun untuk membawa Kota Bima menuju capaian terbaik dalam IGA 2026,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan dan Pemanfaatan Inovasi dan Teknologi (PPIT) BRIDA Kota Bima Syarifuddin mengatakan, proses submit terus digenjot. Sejumlah inovasi dari satuan pendidikan bahkan telah berhasil didaftarkan.
“Hari ini kami sudah submit sejumlah inovasi dari sekolah. Sedangkan sebanyak 31 inovasi dari sejumlah OPD juga sudah disubmit dan masih ada waktu untuk proses selanjutnya,” ungkapnya.
Ia menegaskan, submit bukan menjadi akhir dari proses. Tim BRIDA bersama para inovator masih melakukan penyempurnaan dokumen pendukung agar setiap inovasi mampu menggambarkan proses, keunggulan, dan manfaatnya secara jelas.
“Pendampingan yang dilakukan secara intensif selama beberapa pekan terakhir menunjukkan komitmen kami dalam mendorong inovasi daerah,” pungkasnya.
*Kahaba-04













