Kota Bima, Kahaba.- Warga Lingkungan Bedi RT 012 RW 004 Kelurahan Manggemaci Kota Bima digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia, Minggu 13 September 2026 malam sekitar pukul 19.50 Wita.
Menurut Kasi Humas Polres Bima Kota IPDA Baiq Fitria Ningsih, korban diketahui bernama Sueb Muhammad (63), karyawan swasta asal Desa Sembeuluh 2, Kecamatan Danau Sumbuluh, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah.
“Korban ditemukan di dekat pohon di pinggir sungai, tidak jauh dari jalan raya. Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh cucu korban, Amar Musafar (36),” ungkapnya.
Diakui Baiq, berdasarkan keterangan Amar, saat itu dirinya menunggu korban pulang ke rumah. Karena hingga sekitar pukul 19.50 Wita korban belum juga kembali, Amar kemudian mencari ke lokasi yang biasa didatangi korban untuk duduk, yakni di sekitar sungai Lingkungan Bedi.
“Tiba di lokasi, Amar melihat korban sudah tergeletak di dekat pohon dengan darah keluar dari hidung korban. Setelah memeriksa denyut nadi dan memastikan kondisi korban, Amar kemudian menghubungi keluarga untuk meminta bantuan,” terangnya.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti personel piket gabungan Polres Bima Kota bersama Polsek Rasanae Barat dan Tim Identifikasi. Korban selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis.
Sementara itu sambung Baiq, seorang saksi bernama Mahmud alias Ama Rangga, pemilik bengkel yang berada di seberang lokasi kejadian, mengaku sempat melihat korban pada sekitar pukul 17.00 Wita sedang duduk di tempat tersebut.
Sekitar pukul 18.00 Wita, Mahmud kembali ke bengkelnya bersama istrinya. Saat memarkir kendaraan, sorot lampu mobilnya mengarah ke lokasi dan melihat korban sudah dalam posisi berbaring.
“Namun, saat itu ia tidak menyangka korban telah meninggal dunia karena lokasi tersebut memang biasa menjadi tempat korban duduk,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat sakit, yang mengarah pada serangan jantung.
“Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat penolakan. Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah,” tambah Baiq.
*Kahaba-01













