oleh

Pameran Foto di Asi Mbojo,Turis pun Terkesan

-Kabar Bima-319 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Sekitar 200 foto karya fotografer Bima dipajang di pelataran Museum Asi Mbojo Bima. Ini bukan pameran pertama, namun kesekian kali dilaksanakan oleh Komunitas Penyuka Foto (KPF) Bima. Pameran Kali ini mengambil tema “Wajah Cahaya Tanah Airku”, berlangsung mulai 10 hingga 14 Oktober.

Pameran foto di ASI Mbojo Bima.
Pameran foto di ASI Mbojo Bima.

Pengunjung terbilang cukup ramai, hingga ratusan orang menyempatkan menikmati foto-foto dengan berbagai genre. Ada landscape, macro, human interest, cultur dan lainnya. Pameran kali menurut penyelenggara lebih beragam, lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

Diantara pengunjung ada wisatawan asal Amerika dan Belanda. Dua wisatawan Amerika yang berkunjung adalah Ross J dan Greg F. Mereka mengaku terkesan terhadap foto yang dipajang, menunjukkan sisi kehidupan Dana Mbojo.

“Bagus-bagus fotonya, menarik, cantik. Pameran foto ini memerlihatkan jendela budaya, kehidupan dou Mbojo,” kata Ross J.

Rupanya Ross cukup fasih menyebut istilah “Dou Mbojo”. Dia mengharapkan kegiatan seperti ini sering diadakan agar bisa dinikmati banyak orang, termasuk wisatawan yang datang ke Bima. Selain Asi ingin melihat tempat budaya bersejarah lainnya di Bima.
Minggu (13/10) pagi pun, belasan turin Belanda ikut menyaksikan pameran itu. Sama seperti turis Amerika, mereka mengaku terkesan. Apalagi foto-foto yang dipamerkan cukup menarik bagi mereka.

Mata mereka hampit semuanya tertuju pada 200 foto. Mereka sebelumnya mengaku tidak tahu jika ada pameran foto. Kunjungan mereka ke Bima salah satunya melihat tempat-tempat bersejarah. Namun ada suguhan lain juga yang mereka dapatkan tentang bingkai Bima dalam karya fotografi.

Sief R dari Belanda mengaku senang bisa ikut menikmati pameran foto yang diadakan oleh fotografer lokal. Karya yang diperlihatkan cukup memberi kesan, termasuk ada juga foto yang bertema budaya Bima.

Salah satu fotografer dari Komunitas Penyuka Foto (KPF) Bima, Herman, SPd kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini cukup menggembirakan. Pasalnya, animo masyarakat untuk melihat pameran sangat tinggi. terutama dikalangan pelajar yang terlihat antusiah, bahkan ada guru-guru yang memberi penugasan terkait dengan fotografi.
“Kami juga tidak menyangka, jika pada pamera foto ini mendapat kunjungan dari wisatawan asing, meski kebetulan. Namun mereka memberi apresiasi,” ujarnya, Senin (14/10) lalu usai penutupan.

Dikatakannya, beberapa kekurangan dalam kegiatan pameran foto ini akan dilengkapi pada kegiatan berikutnya. Misalnya, foto-foto tema budaya jumlahnya bisa lebih banyak dan diberi penjelasan dengan bahasa asing, sehingga jika ada turis berkunjung bisa lebih memahami. [BM]

Komentar

Kabar Terbaru