Inspektorat Turun ke RSUD Bima, Investigasi Soal Jenazah Bayi Dipulangkan Pakai Motor

 

Kabupaten Bima, Kahaba.- Jajaran Pemerintah Kabupaten Bima akhirnya menyampaikan siaran pers, menjawab soal jenazah bayi asal Desa Wora Kecamatan Monta yang dipulangkan menggunakan motor karena tidak memiliki biaya sewa ambulance.  (Baca. Tak Mampu Sewa Ambulance, Jenazah Bayi Ini Dipulangkan Pakai Motor)

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bima A Wahab Usman (Tengah) bersama Direktur RSUD Bima dan Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima,. Foto: Bin

Pada kesempatan pertemuan itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bima A Wahab Usman yang dipercaya membuka pembicaraan mengaku, Bupati Bima setelah mengetahui pemberitaan soal itu langsung memerintahkan Inspektorat Kabupaten Bima untuk melakukan investigasi di RSUD Bima. (Baca. Jenazah Bayi Dipulangkan Pakai Motor, RSUD Bima Belum Bisa Beri Penjelasan)

“Saat ini Inspektorat sudah berada di RSUD Bima dan melakukan pemeriksaan,” ujarnya didampingi Direktur RSUD Bima dan Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima, Kamis (15/4).

Diakui Wahab, kedatangan Inspektorat guna benar – benar mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Apakah kesalahan prosedur, kelalaian dari pegawai RSUD Bima atau tidak.

“Makanya nanti setelah ini selesai, jika memang kelalaian. Bupati Bima akan mengambil tindakan tegas,” katanya.

Ditanya bentuk tindakan tegas, Wahab mengaku tentu nanti akan dilihat dari hasil investigasi. Bupati juga akan memberikan tindakan sesuai dengan bentuk kesalahannya.

Pada kesempatan itu sambungnya, pemerintah daerah juga turut merasa prihatin dengan kejadian tersebut dan berharap tidak akan pernah terjadi lagi.

“Pihak RSUD Bima juga sudah melayat dan mendatangi pihak keluarga korban,” tambahnya.

*Kahaba-01

 

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *