Ini Fakta Lain Penarikan Uang Bibit Jagung Oleh GP Ansor

Kota Bima, Kahaba.- Hearing soal distribusi bibit jagung antara GP Ansor Kota Bima, Forum Petani Jagung, Dinas Pertanian dan DPRD, Kamis (15/11) berlangsung alot. Muncul fakta lain yang diungkap oleh perwakilan GP Ansor Lukman, terhadap distribusi bibit gratis yang justru menarik sejumlah uang kepada kelompok tani tersebut. (Baca. Dirugikan Dari Bantuan Bibit Jagung, Petani Audiensi dengan Dewan dan Dinas Pertanian)

Hearing antara Forum Petani Jagung Kota Bima bersama Dinas Pertanian, DPRD dan GP Ansor. Foto: Eric

Lukman mengakui menarik uang dari kelompok tani, khususnya di Kelurahan Panggi. Itu dilakukan karena berdasarkan data CPCL dan verifikasi Dinas Pertanian Kota Bima, kelompok penerima bantuan bibit di Kelurahan Panggi hanya 5 kelompok. Dari kelompok itu, penyaluran bantuannya 2 kelompok secara regular dan 3 kelompok non reguler. (Baca. GP Ansor Akui Ambil Uang Saat Penyaluran Bibit Jagung, Uang Petani Akan Dikembalikan)

“Bantuan regular diberikan pemerintah melalui Dinas Pertanian ternyata ditolak petani, karena dianggap tak penuhi syarat dan tidak berkualitas,” ungkapnya.

Lalu kata dia, muncul masalah. Kelompok tani yang mengembalikan bibit jagung mengeluhkan pada dirinya. Ia selaku pengurus GP Ansor bisa mencarikan bantuan bibit, tapi dengan syarat petani masuk sebagai anggota GP Ansor.

“Karena berniat membantu petani yang tidak mendapatkan bibit, akhirnya petani sepakat menjadi anggota GP Ansor. Petani akhirnya menyanggupi menyerahkan uang Rp 250 ribu setiap petani sebagai iuran anggota GP Ansor,” tuturnya.

Ia mengegaskan, uang tersebut bukan untuk pribadi pengurus GP Ansor. Sifatnya hanya kewajiban untuk membantu petani mendapatkan bantuan bibit, karena yang menyalurkan bibit adalah GP Ansor.

“Setelah disepakati bersama, yang pertama menyerahkan uang itu adalah petani yang hadir di DPRD untuk protes sekarang. Petani ini yang dulu datang sama saya minta bantu,” sebutnya sembari menunjuk para petani yang hadir.

Lukman pun mengaku heran dengan munculnya protes para petani tersebut, padahal itu sudah disepakati bersama. Makanya muncul temuan dari Dinas Pertanianm bahwa ada kelompok tani yang mendapatkan bantuan sebanyak 2 kali. Baik itu disalurkan melalui regular oleh dinas maupu GP Ansor.

Di tempat yang sama, penjelasan yang disampaikan Lukman disesalkan oleh Anggota DPRD Kota Bima Nazamuddin. Karena apapun alasan dan dalilnya, yang dilakukan oleh GP Anshor itu salah besar. Karena pemerintah pusat memberikan bantuan bibit jagung gratis untuk membantu petani.

“GP Anshor yang menawarkan diri kepada pemerintah pusat untuk menyalurkan bantuan bibit jagung kepada petani, bukan justeru memanfaatkannya untuk merekrut para petani menjadi anggota GP Anshor,” kesalnya.

Bila merunut dari beberapa kronologis yang disampaikan oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian, artinya jika ada kesepakatan yang dilakukan GP Anshor dan para petani itu adalah sebuah pembodohan. Masyarakat yang seharusnya membutuhkan bantuan dan perlindungan, tidak boleh keluar dari Juklak dan Juknis.

“Sudah jelas ini gratis, ko’ ada tawar menawar dengan masyarakat petani yang masih awam,” sorotnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *