Hati-Hati, Alat Skimming Terpasang di ATM BNI SPBU Penatoi

Kota Bima, Kahaba.- Mesin ATM BNI di SPBU Penatoi ditemukan telah terpasang alat skimming atau alat perekam ATM, oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Alat tersebut pertama kali diketahui oleh seseorang yang menggunakan jasa ATM setempat, Minggu (23/12).

Alat Skimming yang ditemukan di mesin ATM BNI SPBU Penatoi. Foto: Ist

Informasi yang dihimpun oleh media ini, awalnya seseorang hendak mengambil uang di ATM BNI yang berada di SPBU Penatoi. Saat ingin memasukan kartu ATM, tiba-tiba melihat alat yang mencurigakan, yang dipasang di sekitar tempat memasukan kartu.

Karena merasa curiga dengana alat tersebut, pengguna jasa ATM tersebut melaporkan ke petugas SPBU setempat. Tidak lama kemudian, petugas pun datang dan mengecek alat yang dimaksud.

Setelah itu, petugas SPBU berkoordiansi dengan petugas ATM, petugas ATM pun membenarkan bahwa alat tersebut merupakan alat Skimming atau alat perekam PIN ATM.

Pemimpin BNI Cabang Bima H Amir Muhamad membenarkan adanya pemasangan alat perekam tersebut dan sudah menerima laporannya dari pegawai BNI.

“Alat itu akan merekam Pin ATM. Setelah direkam, alat itu harusnya diambil kembali untuk kejahatan. Hanya saja alat skimming tersebut lebih dulu diketahui dan diamankan,” jelasnya, saat dihubungi media ini.

Kata Amir, sejauh ini belum ada nasabah BNI yang menjadi korban dan melapor. Artinya, itu kejahatan yang gagal. Karena pelaku yang memasang alat tersebut, tidak bisa menggunakannya karena terlebih dahulu diamankan.

“Kalau ada nasabah yang menjadi korban dan merasa dirugikan, kita segera melaporkan secara resmi pada pihak yang berwajib,” katanya.

Sementara itu KBO Sat Reskrim Polres Bima Kota IPDA Dediansyah mengaku alat tersebut sudah diamankan. Namun belum ada pihak terkait yang melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke Polisi.

“Kami sudah mengamankan alat tersebut,” ungkapnya singkat

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *