BSMI Kota Bima Gelar Pelatihan Kader

Kota Bima, Kahaba.- Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kota Bima memang salah satu organisasi kemanusiaan yang cukup aktif memberikan bhakti. Selain beberapa kali berkiprah dan ambil bagian saat terjadi bencana, juga acapkali menggelar kegiatan sosial berupa pengobatan gratis dan sunatan massal.

Kader BSMI Kota Bima saat mengikuti pelatihan. Foto: Bin

Tidak itu saja, sejak 5 tahun terakhir ini BSMI Kota Bima hadir di sekolah – sekolah dan instansi baik negeri maupun swasta untuk sosialisasi dan berbagi pengalaman tentang kerja – kerja kemanusiaan di lapangan.

Untuk terus menjaga ritme pengabdian tanpa batas tersebut, BSMI Kota Bima menggelar kegiatan pelatihan untuk para kader baru yang tertarik berkecimpung di organisasi tersebut. Kegiatan dimaksud dihelat selama sehari, Minggu (8/12) di sekretariat BSMI Kota Bima di Kelurahan Penaraga.

Ketua BSMI Kota Bima Muhammad Akbar menyampaikan, kegiatan ini memang rutin dilaksanakan untuk memberikan pelatihan dan pendidikan bagi kader baru. Agar bisa mengetahui apa yang perlu dilakukan saat mengikuti kegiatan bhakti sosial di lapangan..

Kader BSMI Kota Bima saat mengikuti pelatihan. Foto: Ist

“Alhamdulillah, peserta nampak antusias dengan kegiatan ini,” ujarnya.

Diakui Akbar, adapun materi yang disampaikan oleh para senior di BSMI Kota Bima seperti sejarah BSMI dan kerelawanan, kemudian bantuan hidup dasar yang mencakup tentang tindakan yang harus dilakukan saat turun di lokasi bencana, dan sejumlah materi yang berkaitan dengan kegiatan bhakti sosial.

Kata dokter muda yang mengabdi di RSUD Bima itu, materi ini penting untuk disampaikan, agar saat berada di lapangan, terutama saat bencana, anggota BSMI tahu apa yang harus dilakukan.

“Seperti penanganan awal terhadap korban bencana, serta teknik – teknis penyelamatan yang baik dan benar,” terangnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris BSMI Kota Ba Sahril Ramadhan, peserta baru yang ikut pelatihan lebih banyak dari mahasiswa dan mahasiswi kesehatan di Kota Bima. Juga ada beberapa orang tenaga kesehatan dan non kesehatan.

Ia menambahkan, menjadi anggota BSMI tidak semata mata dari tenaga kesehatan. Dari latar belakang profesi manapun, bisa ambil bagian dan memberikan pengabdian terbaik.

“Makanya perlu diadakan kegiatan pelatihan semacam ini, agar memiliki pengetahuan yang sama, apa yang harus dilakukan ketika menjadi relawan di lokasi bencana,” tuturnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *