oleh

Puluhan Cabor Dorong Musorkot KONI Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Puluhan ketua dan perwakilan Cabang Olahraga (Cabor) Kota Bima menggelar konfrensi pers di gedung Muathay Seni (8/8) untuk menyampaikan sejumlah aspirasi dan keluhan di tubuh organisasi KONI Kota Bima.

Puluhan Cabor Dorong Musorkot KONI Kota Bima - Kabar Harian Bima
Ketua Cabor dan pengurus saat menyampaikan aspirasi di Gedung Cabor Muathay. Foto: Eric

Ketua Cabor Panjat Tebing Fauzi menyampaikan, perihal pertama yaitu telah dilayangkannya surat permohonan Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) terkait akan berakhirnya masa kepengurusan KONI Kota Bima periode 2018-2022 tertanggal 14 Agustus 2022.



Keinginan Musorkot ini juga karena belum adanya kepastian pelaksanaan Poprov NTB, kemudian untuk menjaga berkesinambungan roda organisasi agar dapat berjalan sesuai mekanisme organisasi, serta demi misi utama kemajuan olahraga di Kota Bima.

“Surat usulan yang kami ajukan ke KONI sesuai AD/ART Pasal 19, 27 dan 30 tentang Musorkot, masa kepengurusan anggota saat ini akan berakhir pada tanggal 14 Agustus 2022. Sehingga 3 bulan sebelum masa kepengurusan berakhir harus dilaksanakan Musorkot,” jelasnya.

Baca:   Jaring Bibit Profesional, Turnamen Sepakbola Bima Cup I U-17 Digelar

Menurut dia, usulan Musorkot ini tentu telah memenuhi persyaratan dan aturan, seperti sudah terpenuhi 2/3 dari jumlah Cabor di Kota Bima. Artinya dari 34 Cabor telah memiliki persetujuan 29 Cabor yang telah menandatangani surat pernyataan untuk dilaksanakan Musorkot. surat usulan ini telah disampaikan pada KONI Kota Bima dan KONI NTB pada tanggal 22 Juli bulan lalu, tapi belum ada respon.

“Jika usulan Musorkot ini tidak ditindaklanjuti, maka kami akan mengusulkan Musorkot luar biasa,” katanya.

Fauzi juga mengungkapkan kekecewaan lainnya yang diceritakan yaitu nominal bonus yang diberikan pada atlet karena dinilai tidak sesuai dengan janji. Padahal dulu pernah disampaikan bonus atlet harus di atas daerah lain, namun hingga kini masih jauh dari harapan.

Bonus atlet PON khusus Cabor Panjat Tebing Nurul Iqamah yang meraih 2 medali emas dan 1 perak. Bonus medali emas ada, tapi bonus medali perak ternyata tidak diberikan karena tidak terdata. Sedangkan dari sisi lain merasa kasian pada atlet yang tidak mendapatkan medali, justeru tidak diberikan bonus tali asih.

Baca:   Tanggapi Dinamika, KONI Kota Bima Gelar Rakor dengan Pengurus dan Cabor

Kemudian Sekretaris Cabor Pobsi Rafiuddin mengungkapkan, ada hal krusial lainnya yang terjadi di tubuh KONI. Dana tahun 2022 sebesar Rp 1 miliar, namun di antaranya terdapat dugaan ketimpangan penggunaan anggaran, yaitu lebih banyak operasional senilai Rp 330 juta dibanding dengan kebutuhan 24 Cabor hanya Rp 160 juta.

“Bagaiman atlet maju dan berkembang, sedangkan operasional kantor lebih besar dari dana pembinaan dan bonus,” katanya.

Sementara itu, Adiansyah Ketua Cabor Muathai menambahkan, dengan sejumlah persoalan tersebut dia bersama pengurus Cabor lainnya menyampaikan mosi tidak percaya terhadap KONI Kota Bima.

“Apabila tidak ada kejelasan nasib dan bonus atlet, maka kami sudah tidak percaya dengan KONI Kota Bima dan mendesak KONI NTB untuk segera mengusulkan Musorkot luar biasa,” tandasnya.

Baca:   Ulet Jaya Serius Bina Generasi Futsal Bima

Di tempat berbeda, Sekretaris KONI Kota Bima H Alwi Yasin yang dimintai tanggapan mengatakan, mestinya para ketua Cabor dan pengurus melakukan audiensi terlebih dahulu dengan pengurus KONI, terkait masa kepengurusan sesuai SK.

“Kepengurusan berakhir bulan September, bukan bulan Agustus,” tegasnya.

Pada audiensi nanti sambungnya, akan terbuka ruang diskusi, bagaimana menata kepengurusan KONI yang lebih baik ke depan. Maka diminta pada ketua dan pengurus Cabor agar dapat menyampaikan secara resmi pada pengurus sehingga bisa diatur jadwal untuk audensi secara internal.

“Kami minta tolong sampaikan keluhan ini secara resmi, sehingga diatur jadwal pertemuan,” tandasnya.

Alwi juga menjawab terkait aspirasi dan pernyataan sikap sehingga pengusulan Musorkot luar biasa juga akan ditampung dan akan menjadi bahan evaluasi. Kemudian akan disampaikan pada Ketua KONI agar bisa ditindaklanjut.

“Nanti akan kami sampaikan ketua KONI,” pungkasnya.

*Kahaba-04


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.