Kota Bima, Kahaba.- Pemerintah Kelurahan Nae bersama Smartfren menggagas program inovatif “Gerakan Kumpul Kuota”, sebuah kolaborasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat, yang memungkinkan warga menukarkan sampah dengan paket data internet. Program ini menjadi bagian dari pengembangan Zero Waste Management yang mulai dirintis di Kelurahan Nae.
Kesepakatan awal tersebut dibahas dalam pertemuan yang digelar, Kamis 16 Juli 2026, sebagai langkah membangun proyek percontohan pengelolaan sampah ramah lingkungan di Kota Bima.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Regional Branding dan Communication Lead Cluster NTB Smartfren, Wirawan Hadi Saputra, serta Territory Sales Manager Bima Dompu, Irhamsyah.
Pada tahap awal, program akan melibatkan sekitar 10 hingga 20 kepala keluarga. Warga akan diedukasi untuk memilah sampah sejak dari rumah menjadi sampah organik dan anorganik.
Lurah Nae Fazhurrahman menjelaskan, sampah organik akan diolah di tempat pengolahan yang disiapkan pemerintah kelurahan, sedangkan sampah anorganik akan dikumpulkan dan dijual.
“Hasil penjualannya dikembalikan kepada warga sebagai manfaat ekonomi,” jelasnya.
Yang menarik sambung Lurah Viral tersebut, volume sampah anorganik yang berhasil dikumpulkan juga akan dikonversi menjadi paket data Smartfren, sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang aktif mendukung gerakan pengurangan sampah.
“Selain memperoleh manfaat ekonomi dari hasil penjualan sampah, warga juga akan mendapatkan paket data internet sesuai jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan. Seluruh peserta juga akan difasilitasi kartu Smartfren secara gratis,” jelas Fazhurrahman.
Ia menambahkan, program tersebut akan dipadukan dengan Kampung Hijau Kelurahan Nae, melalui pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam berbagai tanaman pangan.
“Langkah ini semoga mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau, bersih, dan produktif,” terangnya.
Fazhurrahman berharap kolaborasi ini dapat menjadi model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang tidak hanya mengurangi volume sampah menuju TPA, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi, memperluas akses digital, serta menjadi contoh penerapan Zero Waste Management bagi kelurahan lain di Kota Bima.
Sementara itu, Head Mobile Customer Activation Bali Nusra Smartfren Kristyawan Adi Sunaryo mengatakan, pihaknya tertarik mendukung program tersebut karena melihat konsistensi Pemerintah Kelurahan Nae dalam mengembangkan pengelolaan sampah dari sumbernya.
“Kami ingin hadir memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Apa yang dilakukan Kelurahan Nae sangat positif, sehingga kami siap mendukung melalui program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk penyediaan akses internet sebagai bentuk apresiasi,” tambahnya.
*Kahaba-01













