Kabar Kota BimaHukum & Kriminal

Pimpin Apel Terakhir, Walikota Bima Akui Dirinya Berstatus Tersangka

2398
×

Pimpin Apel Terakhir, Walikota Bima Akui Dirinya Berstatus Tersangka

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Wali Kota Bima HM Lutfi memimpin apel gabungan di Halaman Kantor Pemkot Bima, Senin 4 September 2023. Di hadapan para ASN, Lutfi mengakui dirinya telah ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Pimpin Apel Terakhir, Walikota Bima Akui Dirinya Berstatus Tersangka - Kabar Harian Bima
Walikota Bima HM Lutfi saat pimpin Apel Gabungan. Foto: Dok Hum

Wali Kota mengawali sambutannya dengan menyinggung masa masa kepemimpinannya bersama Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan yang akan segera berakhir.

Pimpin Apel Terakhir, Walikota Bima Akui Dirinya Berstatus Tersangka - Kabar Harian Bima

“Bulan ini adalah bulan terakhir, tanggal 26 September saya meletakkan jabatan bersama Wakil Walikota,” ucapnya.

Selama memimpin bersama Wakil Walikota katanya, banyak sudah menggagas pikiran-pikiran, menggagas konstruksi bangunan, sehingga wajar mendapat penghargaan berturut berturut.

Dirinya juga meyakinkan, selama ia memimpin Kota Bima begitu taat dan tertib aturan, tidak pernah terlibat sogok menyogok dalam jabatan serta tidak pernah mengarahkan yang salah kepada staf.

Namun di sisi lain, diakuinya bahwa persoalan hari ini, ada proses yang dilakukan oleh KPK. Maka untuk itu dia menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum yang ada.

“Biarlah hukum jadi Panglima. Makanya sampai hari ini saya masih berdiri, padahal status saya sudah tersangka. Tapi saya yakin, bahwa kebenaran itu tidak tertukar,” tegasnya.

Dalam kasus yang menjeratnya itu, dirinya dikenakan Pasal 12 Huruf i tentang pengadaan barang dan jasa. Maka sengaja pada hari ini ia mengundang kalangan ASN untuk berkumpul dan berbicara yang jujur apakah saat memimpin pernah mengarahkan atau tidak.

“Sampai saya katakan pada mereka (sambil menyebut nama dua orang stafnya, red) pernah saya mengarahkan selama memimpin?, tidak pernah jawab mereka, suruh mereka bersumpah atas nama agama,” timpalnya.

Kembali dia menegaskan bahwa selama memimpin Kota Bima, selalu berhati- hati, tidak mau melakukan yang melanggar.

“Boleh ditanya kepada kepala dinas yang mendampingi saya, sampai hari ini saya tidak pernah menginjak ruang PBJ,” tegasnya lagi.

*Kahaba-01