Kabar Kota Bima

Statistik Sektoral Kota Bima Tinggi, Tapi KIP Dinilai Kurang Informatif

812
×

Statistik Sektoral Kota Bima Tinggi, Tapi KIP Dinilai Kurang Informatif

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Saat Rakor Kominfo se-NTB yang dihelat di Kota Bima, Selasa 5 Maret 2024, dijabarkan beberapa penilaian untuk masing-masing daerah. Di antaranya penilaian Indeks Penilaian Statistik Sektoral dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Statistik Sektoral Kota Bima Tinggi, Tapi KIP Dinilai Kurang Informatif - Kabar Harian Bima
Indeks Penilaian Informas Publik yang diperlihatkan saat Rakor Kominfo di Kota Bima. Foto: Bin

Untuk Kota Bima, Indeks Penilaian Statistik Sektoral meraih posisi tinggi, yakni menempati urutan ke-3 dengan skor 2,41 dari seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sementara KIP, berada pada posisi 9 dari 10 kota dan kabupaten se-NTB atau dinilai kurang informatif.

Statistik Sektoral Kota Bima Tinggi, Tapi KIP Dinilai Kurang Informatif - Kabar Harian Bima

Kepala Dinas Kominfotik Kota Bima H Mahfud yang dikonfirmasi usai Rakor mengakui, Indeks Penilaian Statistik Sektoral Kota Bima tinggi, berkat kerjasama yang baik antara pelaksana kegiatan Statistik Sektoral dengan BPS Kota Bima, sehingga mendapat penilaian positif dari pusat.

Namun demikian, kurang menggembirakan memang dari penilaian Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Pemerintah Kota Bima. Kota ini menurun pada peringkat ke-9 dari 10 kota dan kabupaten di NTB.

Kepala Dinas Kominfotik Kota Bima, dalam tanggapannya menyebutkan bahwa salah satu masalahnya adalah bahwa meskipun Pemkot Bima telah memiliki command centre, namun bidang yang menangani hal tersebut menganggap sepele setiap laporan dan kuisioner yang diminta oleh komisi keterbukaan informasi publik.

“Teman-teman belum bisa bekerja secara profesional, dan itu sudah sering kita tegur,” ungkapnya.

Menanggapi penilaian terhadap KIP, sambung Mahfud, pihaknya akan terus memperbaiki hal ini. Bahkan, jika diperlukan, pembinaan yang lebih serius akan dilakukan.

“Terutama dalam hal pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang tidak sesuai dengan standar yang diharapkan,” tegasnya.

*Kahaba-01