Kota Bima, Kahaba.- Bagian Pemerintahan Setda Kota Bima menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas aparatur kelurahan dan pembinaan lembaga kemasyarakatan, untuk penanganan stunting di Aula Maja Labo Dahu, Senin 21 September 2026.
Kabag Pemerintahan Setda Kota Bima Hidayaturrahman mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut pemantauan lapangan di kelurahan dan posyandu.
Dari pemantauan itu, ditemukan sejumlah persoalan, antara lain rendahnya kunjungan sasaran ke posyandu yang berada di kisaran 30 hingga 60 persen, belum optimalnya peran kecamatan, kelurahan, RT dan RW dalam menggerakkan masyarakat, serta keterlibatan perangkat daerah dalam penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) posyandu.
“Permasalahan ini selalu muncul dan seakan tidak pernah terselesaikan. Melalui pertemuan ini kita dapat membahas, memetakan dan mencarikan jalan keluar,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Bima H A Rahman H Abidin menegaskan, penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan maupun puskesmas, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan hingga tingkat keluarga.
“Penanganan stunting tidak boleh hanya menjadi urusan dinas kesehatan atau puskesmas, tapi ini pekerjaan bersama,” tegasnya.
Ia meminta OPD, camat, lurah, kader posyandu, kader KB, kader PKK, hingga RT dan RW aktif mengenali kondisi masyarakat. Data warga yang membutuhkan intervensi pemerintah, ibu hamil berisiko, bayi dan balita, hingga keluarga dengan persoalan ekonomi dan gizi harus terdata dengan baik.
“Lurah bersama perangkat RT, RW serta kader kesehatan harus turun ke lapangan dan melihat riil kondisi warga. Dengarkan keluhannya, identifikasi kebutuhannya dan pastikan pemerintah hadir memberikan solusi,” katanya.
Wali kota berharap Bimtek tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan di tingkat kelurahan.
*Kahaba-04













