Dilecehkan, Wabup Murka dan Meminta Zubair Dicopot

Kabupaten Bima, Kahaba.- Ada yang menggelitik saat kegiatan sosialisasi Sertifikasi di aula Paruga Nae Kecamatan Woha, Senin (04/11/13) lalu. Biasanya, pada spanduk setiap kegiatan dipampang foto Bupati, H. Ferry Zulkarnaen, ST dan Wakil Bupati, Drs. H. Syafruddin, M.Pd yang mengapit tema kegiatan dengan pakaian kebesarannya. Namun pada kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bima saat itu, sangat berbeda.

Drs. H. Syafruddin, M.Pd (kiri) dan Kepala Dikpora Kabupaten Bima, Drs. H. Zubair Har, M.Si. Foto: Kampung Media

Drs. H. Syafruddin, M.Pd (kiri) dan Kepala Dikpora Kabupaten Bima, Drs. H. Zubair Har, M.Si. Foto: Kampung Media

Bukannya foto Wakil Bupati (Wabup) yang dipasang berdampingan dengan Bupati, tetapi pihak penyelenggara memasang foto Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Bima, Drs. H. Zubair HAR, M.Si. Ironisnya, pada foto spanduk itu, Zubair mengenakan seragam kebesaran Wabup yang biasa dipakai pada kegiatan-kegiatan resmi pemerintahan, seperti pelantikan dan hari besar nasional.

Fakta itu, menjadi perhatian khusus peserta kegiatan sosialisasi. Wabup pun terpancing emosinya. Wabup murka karena merasa dilecehkan.

Wabup mendesak Bupati Bima segera mencopot Kepala Dinas Dikpora, Drs. H. Zubair HAR, M.Si. kadis yang telah melecehkan dirinya. Jika tidak, Wabub siap mundur dari jabatannya. “Saya akan mundur  bila Zubaer tidak dicopot. Harga diri saya sama halnya diinjak oleh Zubaer,” ucap Wabup dengan nada tersinggung.

Wabup mengaku, sebelumnya Kepala Dinas Dikpora sudah mengelarifikasi terkait hal itu. Namun, tidak lantas menerima dan memaafkan karena hal itu bukan persoalan sepele. “Ini menyangkut citra dan nama baik Pemerintah Kabupaten Bima,” tandasnya.

Pihak penyelenggara kegiatan sosialisasi,  H. Ali, M.Pd, mengklarifikasi jika spanduk itu tidak bermaksud melecehkan Wabup. Pihaknya hanya melaksanakan kegiatan berdasarkan instruksi Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Bima. Kendati begitu, dia sudah meminta maaf kepada Wabup.

Menurut Ali, pada spanduk memang terpampang foto Kepala Dinas Dikpora. Hanya saja, setelah dicermati, ternyata seragam dalam foto Kepala Dinas itu adalah seragam pelantikan Kepala Desa yang sengaja diedit oleh pihak percetakan. “Kalau dilihat, itu baju kades. Karena di foto Kadis itu tidak punya lencana dan logo Wabup,” kata Ali.

Dia mengaku, sebelumnya hanya menyuruh stafnya untuk membuat spanduk berupa tulisan sesuai dengan tema kegiatan. Mengingat soasilisasi itu melibatkan semua elemen pendidikan.

Namun, setelah spanduk tiba di tempat kegiatan, Ali mengaku kaget  melihat ada foto Bupati dan Kepala Dinas Dikpora pada spanduk tersebut. Merasa bersalah, Ali pun langsung mencabut spanduk itu. “Spanduk memang kita yang buat, tapi saya tidak pernah menyuruh untuk memasang foto Bupati dan Kepala Dinas Dikpora. Kemungkinan itu ulah percetakan,” tepis Ali.

Ali mengaku, spanduk kegiatan itu dicetak oleh salah satu percetakan digital printing di Kota Bima. Akibat persoalan itu, Ali mengaku dimutasi menjadi staf biasa pada instansi lain bersama dua stafnya yang lain. SK mutasi, diterima Ali dan dua stafnya pada Kamis (07/11/13).

Pihak Percetakan yang dikonfirmasi Kahaba, mengaku, spanduk itu dicetak sesuai pesanan Dinas Dikpora Kabupaten Bima. Selama proses pembuatan spanduk, pihak percetakan diawasi oleh salah seorang staf Dinas Dikpora.

“Tidak mungkin kami cetak yang  tidak sesuai pesanan. Termasuk foto Bupati dan Kepala Dinas Dikpora, kita cetak sesuai permintaan pihak dinas,” ujar pemilik percetakan yang meminta tidak ditulis identitas dan nama percetakannya itu.

*SYARIF

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *