Cita Rasa, Kunci Sukses Bakpao Ceria

Kota Bima, Kahaba.- Bagi masyarakat Bima, bakpao berbagai isi sepertinya sudah tidak asing lagi dilidah. Selain rasanya yang khas, pembeli juga bisa memilih rasa yang disukai sesuai selera. Bakpao isi pertama dan satu-satunya di Bima ini mulai dijajakan sejak sembilan tahun lalu. Dikenal dengan nama Bakpao Ceria. Usaha yang dirintis dari dalam rumah, tetapi kini telah membuka sejumlah cabang hingga di Kabupaten Dompu.

Irma Rubianti saat diawawancara Kahaba. Foto: Bin

Irma Rubianti saat diawawancara Kahaba. Foto: Bin

Bicara soal omset, sekilas banyak yang menganggap mungkin menjual bakpao hanya usaha sederhana dengan keuntungan minim. Namun siapa sangka, usaha milik Irma Rubianti ini ternyata mampu meraup keuntungan hingga Rp 30 juta lebih perbulan. Dengan pemasukan setiap hari rata-rata Rp.1,5 juta dari semua rombong bakpao.

Nah, apa saja kunci sukses Bakpao Ceria ini. Sarjana Kesehatan Masyarakat Alumni Universitas Ahmad Dahlan Jogjakarta ini membaginya untuk pembaca.

Menurut ibu satu anak ini, tips memulai usaha makanan dan kuliner kunci utamanya adalah menjaga cita rasa. Faktor ini sangat penting karena akan menjadi daya tarik pembeli. Sebab cita rasa identik dengan ciri khas. Produk usaha apapun yang memiliki ciri khas akan lebih mudah diingat dan mampu bersaing dipasaran. Apalagi, daerah Bima dikenal dengan budaya latah. Cepat mengikuti dan meniru apapun usaha yang sukses.

Itu terbukti, ketika usaha bakpao Irma mulai maju, ada pengusaha lain juga yang mencoba mengikuti. Usaha yang dibuka juga sama yakni bakpao berbagai isi. Hanya saja, cita rasa bakpao tersebut berbeda dengan milik warga Kelurahan Manggemaci Kota Bima ini. Selain itu, Bakpao Ceria memiliki keunggulan lain. Seperti beragam rasa, mulai dari rasa kacang hijau, kacang tanah, kelapa, coklat, strowberry, keju dan daging ayam.

Keunggulan itu membuat Bakpao Ceria tetap menjadi primadona masyarakat meski ada pesaing yang sama. Sehingga lambat laun, usaha bakpao pesaing tersebut tak bisa bertahan.

“Kalau saya tidak ada masalah banyak pesaing. Karena cita rasa itulah yang membedakan setiap produk usaha dan itu menjadi ciri khas kenapa sampai saat ini Bakpao Ceria bisa bertahan selama sembilan tahun,” kata perempuan kelahiran 16 Januari 1985 ini.

Tips kedua adalah pantang menyerah. Bagi Irma, usaha apapun harus ditekuni secara totalitas. Sebab, jika hanya sekedar coba-coba dan tidak digeluti secara serius maka hasil yang dicapai tidak akan maksimal. Apalagi, merintis usaha tidaklah semulus yang dibayangkan. Seperti yang dialaminya, pernah merugi gara-gara salah membuat adonan bakpao.

“Bayangkan, saya pernah tidak menjual bakpao dalam sehari karena salah membuat adonan. Tapi saya tidak putus asa dan tetap bersemangat menekuni usaha ini,” ujarnya.

Irma menunjukan ruang produksi Bakpao nya. Foto: Bin

Irma menunjukan ruang produksi Bakpao nya. Foto: Bin

Tips ketiga adalah pantang malu. Menurut istri M Farhan ini, rasa malu merupakan tantangan yang cukup berat di Bima. Mengingat budaya masyarakat di Bima memiliki stigma bahwa hanya Pegawai Negeri Sipil (PNS) pekerjaan yang menjamin kehidupan.

“Ditambah lagi saya ini dianggap sudah kuliah jauh-jauh, tapi pulang ke kampung halaman malah jualan bakpao. Keluarga dan teman-teman awalnya harus saya yakinkan dulu dan ini sangat berat. Tapi saya tidak malu karena usaha ini halal dan punya prospek cerah,” tuturnya penuh semangat.

Tips keempat adalah menjaga kebersihan produk. Karena kebersihan produk kata Irma, secara langsung akan menjaga kualitas rasa. Sebab, pembeli tidak hanya memperhatikan rasa tapi kebersihan produk pun akan sangat menentukan minat mereka untuk selanjutnya tetap membeli. Untuk itu, Bakpao Ceria dikemasnya dengan menarik, menyiapkan bungkusan yang rapi dan menjaga kebersihan tempat jualan.

Tips terakhir adalah menjual dengan harga tidak terlalu mahal. Prinsipnya kata Irma, yang penting penjualan bakpao lancar meski dengan keuntungan sedikit. Harga yang terjangkau, akan menarik minat pembeli dibandingkan dengan harga mahal tetapi penjualan tidak lancar. Meski dengan ukuran cukup besar, bakpaonya hanya dijual dengan harga Rp.3000 hingga Rp.4000 perbuah.

Dari beberapa tips itu, Irma mampu membuktikan bisnis Bakpao Ceria berbagai isi miliknya bertahan hingga sembilan tahun. Bahkan saat ini telah dikenal luas, khususnya di Kota Bima. Ada lima cabang yang sudah dia buka di Kota Bima, yakni di depan Puskesmas Paruga, di Jalan Gajah Mada, di Kelurahan Pane, di depan SMKN 2 Kota Bima dan Pasar Raba Bima. Ditambah lagi di Tente Kecamatan Woha Kabupaten Bima dan pusat ibukota Kabupaten Dompu, meski saat ini sempat terhenti karena kendala pendistribusian.

Untuk terus mengembangkan bisnis bakpaonya, kedepan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Amirudin Using dan Halimah ini telah menyusun rencana. Diantaranya, penambahan cabang di Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu bahkan Kabupaten Sumbawa, pengadaan armada kendaraan untuk distribusi bakpao dan terus menggencarkan promosi hingga menjangkau luar daerah.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *