Dapat Nomor Wahid, Kuda Hitam Siap Melaju

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pelan tapi pasti, begitulah stategi Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bima, Abdul Khayir-Hamid atau disingkat KH. Dalam beberapa momen, pasangan dari jalur perseorangan ini membuat kejutan kepada publik.

Pasangn dari jalur Perseorangan, KH.

Pasangn dari jalur Perseorangan, KH.

Misalkan saja ketika mendaftar di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan hadir saat pengundian nomor urut. KH hadir didampingi massa loyalis tak kalah banyak dengan Pasangan Calon lainnya. Hal itu seakan memberikan sinyal bahwa mereka siap menjadi kompetitor tangguh dan patut diperhitungkan lawan dalam pesta demokrasi 9 Desember 2015 mendatang.

Penegasan itu kembali diisyaratkan KH saat pengundian nomor urut Pasangan Calon di Halaman Kantor KPU Kabupaten Bima. Pasangan dengan julukan Kuda Hitam ini, nampak disiplin dengan waktu karena menjadi kontestan pertama yang hadir mengisi absen.

Tak hanya itu, dari pantuan media pada beberapa kesempatan, pendukung KH juga sangat disiplin mengikuti arahan tim untuk menjaga ketertiban. Alhasil, kedisiplinan Pasangan KH diganjar dengan nomor sepadan sesuai harapan mereka, yakni nomor wahid alias nomor 1 (satu).

Usai mendapatkan nomor urut, KH semakin percaya diri dan mendapat sambutan hangat dari tim dan pendukung yang berada di halaman dan luar Kantor KPU. Satu persatu mereka memeluk figur asal Desa Baralau dan Desa Sangia itu untuk memberikan ucapan selamat. Baik KH maupun pendukung terlihat semangat mendapatkan nomor sesuai harapan.

“Saat Sholat Tahajjud semalam, saya memang berdo’a agar diberikan petunjuk untuk diberikan nomor urut sesuai harapan. Alhamdulillah, dapat nomor satu seperti munajat saya,” ujar Abdul Khayir usai pengundian nomor urut.

Menurut Calon Bupati Bima berkulit putih ini, angka satu memiliki banyak filosofi dan bermakna positif dalam sejumlah hal. Satu melambangkan keEsaan Tuhan, Satu menjadi simbol bahwa hanya ada satu agama yang benar yaitu Agama Islam dan tujuan hidup utama kita itu hanyalah satu yaitu mencari ridho dari Allah SWT.

“Dan terpenting, angka satu menjadi simbol kemenangan. Hanya satu yang menang dan hanya satu yang terbaik,” tandasnya dengan penuh optimisme.

*Bin/Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *