Arifudin : Saya Berperan Aktif Sebagai Staf Ahli

Kabupaten Bima, Kahaba.- Staf Ahli Fraksi Demokrat Kabupaten Bima, M Arifudin mengaku sangat berperan aktif membantu tugas fraksi sejak mendapatkan mandat untuk mendampingi para wakil rakyat. Bahkan eksistensinya selama ini tidak sebanding bila diukur dari pendapatan Staf Ahli. (Baca. Tugas Staf Ahli Fraksi Tak Jelas)

Staf Ahli Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima Nukrah, Arifudin MT. Foto: Bin

Staf Ahli Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima Nukrah, Arifudin MT. Foto: Bin

Penegasan itu disampaikan Arifudin untuk menepis asumsi bahwa keberadaan Staf Ahli Fraksi di DPRD Kabupaten Bima tidak punya arti dan tidak dianggap. “Kalau ada asumsi seperti itu, mungkin benar di fraksi lain. Tapi di fraksi sendiri, saya sangat berperan aktif,” ujarnya kepada Kahaba.net, kemarin.

Menurutnya, menjadi Staf Ahli tidak gampang bila melihat tugas yang diemban. Antara lain, melakukan pengkajian secara politis terhadap kebijakan Pemerintah Daerah, baik diminta atau tidak diminta oleh fraksi. Memberikan saran, pertimbangan dan masukan secara politis kepada fraksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, membantu fraksi dalam penyusunan pemandangan umum fraksi terhadap rancangan peraturan daerah dan melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan fraksi dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi fraksi. Serta melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada fraksi dengan tembusan disampaikan kepada Sekretaris DPRD.

“Tugas-tugas itu cukup berat dan harus bisa dilaksanakan Staf Ahli. Sejauh ini, saya pribadi selalu mendampingi fraksi dan rutin mengikuti rapat-rapat,” akunya.

Namun lanjut dia, publik harus menggaris bawahi bahwa Staf Ahli diperbantukan untuk fraksi bukan personal Anggota Dewan atau Komisi. Sehingga tidak selalu hadir di Kantor DPRD, kecuali ketika ada agenda-agenda fraksi saja.

Sementara soal ruangan kerja untuk Fraksi Demokrat diakuinya, tidak mengalami kendala. Karena kebetulan Anggota Fraksi Demokrat ada yang menjabat unsur Pimpinan DPRD Kabupaten Bima.

“Jadi, ruangan pimpinan itulah yang selalu kita gunakan untuk bekerja dan menggelar rapat-rapat. Mungkin kendala ruangan hanya dirasakan Staf Ahli dari fraksi gabungan saja,” jelasnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *