Terjatuh ke Laut, Penumpang Kapal Belum Ditemukan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Salah seorang penumpang Kapal Perintis NTB Ekspress hingga kini masih belum ditemukan. Korban yang diketahui bernama Ode Sulaiha (55) itu dikabarkan terjatuh ke laut di sekitar perairan Desa Sampungu bagian utara.

Ilustrasi

Ilustrasi

Informasi yang diperoleh, insiden itu terjadi pada Rabu (23/3) lalu sekitar Pukul 01.00 hingga 03.00 Wita. Hingga kini, korban yang belum diketahui asalnya itu masih dicari dan belum ditemukan oleh tim gabungan.

Menurut Kepala TU KSOP Bima, Agussalim, tim gabungan terdiri dari SAR Bima 2 orang, KSOP 5 orang, Marinir 2 orang dan SAR NTB 2 orang serta kapal (KPLP) 5128 KSOP Bima masih mencari keberadaan korban di sekitar lokasi jatuhnya.

“Kronologisnya, Kapal Penumpang Perintis NTB Ekspres dari Sailus pulau tengah wilayah Pangket Pulau Sulawesi menuju Bima. Dalam perjalan ke Bima  kapal tersebut mampir ke Calabai kemudian menuju Bima,” terang Agussalim, kemarin.

Saat menuju Pelabuhan Bima tuturnya, korban diinformasikan terjatuh dari kapal di sekitar laut Sampungu Kecamatan Soromandi bagian utara. Pengelola kapal  sebagai penanggungjawab sementara, langsung melakukan pencarian awal, tetapi tidak menemukan korban.

“Pihak pengelola kapal kemudian menginformasikan ke Tim SAR dan pihak pelabuhan. Sampai sore kemarin, belum diketahui penyebab terjatuhnya korban dari kapal itu,” akunya.

Agussalim menegaskan, berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayaran apabila korban terjatuh karena kelalaian sendiri maka merupakan tanggungjawabnya sendiri. Kecuali, ada insiden besar, seperti korban ditusuk atau ditikam di atas kapal sehingga terjatuh.

Apabila ada dugaan yang mengarah pada tindak kriminal lanjutnya, tentu Kepolisian harus mengolah tempat kejadian perkara. Hanya saja, untuk kasus ini sampai sekarang masih simpang siur penyebab terjatuhnya korban.

“Dugaan awal korban terjatuh, atau bisa juga korban bunuh diri,” tandasnya.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *