Rakor FKUB se-NTB, Bahas Sejumlah Isu Penting

Kota Bima, Kahaba.- Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-NTB di Mataram Square Hotel selama tiga hari membahas sejumlah isu penting terkait kerukunan umat beragama.

Rakor FKUB se-NTB. Foto: Dok. FKUB Kota Bima

Seperti dijelaskan Ketua FKUB Kota Bima, Eka Iskandar Z dalam rilisnya, isu-isu sentral yang dibahas dalam pertemuan tersebut, diantaranya terkait pembangunan rumah ibadat harus sesuai koridor aturan yang berlaku mengacu pada Peraturan Bersama Menteri (PBM) No 9 dan 8 Tahun 2006.

Kemudian semua aliran sesat di Indonesia harus diselesaikan. Karena dampaknya sangat besar terhadap persatuan dan kesatuan umat. Misalnya kasus Ahmadiyah sampai sekarang masih ngambang. Akibatnya, muncul Rumah Mengenal Al Quran (RMA) di Matatam.

“Pimpinannya mengajarkan inkarussunnah. Hanya diakui Al Quran saja. Sehingga tidak perlu shalat, zakat dan amalan lainnya, karena di dalam Al Quran tidak menjelaskan bagaimana tata cara solat dan seterusnya,” terang Eka.

Isu lainnya, yakni perlunya dana besar untuk melahirkan tatanan umat yang harmonis dan butuh tokoh yang bersedia untuk bekerja demi umat. Selain itu, perlu didirikan balai budaya di masing-masing kabupaten dan kota se-NTB sebagai tempat berkumpul bersama semua tokoh lintas agama.

Kegiatan ini juga membahas masalah berbagai kebijakkan dan keinginan yang berkaitan dengan  semua isu-isu di atas. Apalagi, kebijakkan pemerintah untuk mengayomi masyarakat selama ini cenderung lahir karena ada masalah. Maka perlu dirumuskan masalah yang tepat. Oleh karena itu jika tidak ada masalah tidak perlu melahirkan kebijakkan.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *