BSMI Sosialisasi Bahaya Tramadol di SMPN 13, Seorang Siswa Ngaku Pernah Konsumsi

Kota Bima, Kahaba.- Peredaran gelap obat keras Tramadol di Kota Bima sudah sangat mengkhawatirkan. Obat itu justru banyak dijual diluar Apotek, bahkan beberapa kali para pengedar dan bandar berurusan dengan polisi. Jumlah barang bukti yang diamankan pun mencapai ribuan butir.

BSMI saat sosialisasi bahaya Tramadol di SMPN 13 Kota Bima. Foto: Ady

Pemerintah Kota Bima sudah mengeluarkan pernyataan melalui Wakil Walikota Bima, jika Kota Tepian Air tersebut sudah darurat Tramadol. Namun hingga saat ini belum terlihat langkah konkrit bentuk pencegahan yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan.

Merasa prihatin dengan ancaman Tramadol terhadap generasi penerus bangsa, Bulan Sabit Merah (BSMI) Kota Bima menyasar ke sejumlah sekolah. Mensosialisasikan tentang bahaya obat keras itu jika terus dikonsumsi tanpa resep dokter.

Langkah awal yang dilakukan BSMI yakni mendatangi SMPN 13 Kota Bima. Sekolah yang berlokasi di Kelurahan Tanjung itu memang diakui guru setempat, berada di “Sarang” para pengedar dan bandar Tramadol. Ancaman untuk generasi pun seolah menjadi hantu yang sekali waktu bisa menerkam.

Wakil Kepala SMPN 13 Kota Bima Suhardin saat koordinasi awal menyambut gembira keinginan BSMI. Pasalnya, peredaran Tramadol di sekitar lingkungan sekolahnya sangat mengkhawatirkan. Dirinya pun merasa was – was, jika siswa keluar dari sekolah, mudah terbujuk rayu untuk mencicipi obat yang menyesatkan tersebut.

“Kami sangat berterimakasih dengan rencana itu. Kami meminta secepatnya BSMI hadir dan memberikan sosialisasi di SMPN 13,” harapnya, beberapa waktu lalu.

Rencana itupun kemudian terealisasi. BSMI kemudian hadir di tengah – tengah siswa setempat, Sabtu (5/8) dan menyampaikan tentang bahaya mengonsumsi Tramadol. Dan ironisnya, siswa setempat nampak sangat familiar dengan obat keras dimaksud. Bahkan salah satu orang siswa dengan jujurnya mengaku pernah minum obat itu sebanyak tiga butir.

Siswa SMPN 13 Kota Bima saat menyimak penjelasan bahaya Tramadol. Foto: Bin

“Ini fakta yang sudah memperihatinkan. Seperti dugaan awal kami, di SMPN 13 Kota Bima pasti sudah tidak asing mendengar obat Tramadol. Ternyata itu benar, bahkan ada seorang siswa mengakui pernah minum sebanyak tiga butir, meneguknya dengan minuman Nutrisari,” tutur Ketua BSMI Kota Bima, Muhammad Akbar.

Menurut pria yang bergelar dokter itu, upaya sosialisasi tentang bahaya Tramadol menjadi langkah awal yang cukup konkrit. Terutama di sekolah tingkat pertama. Karena sasaran penggunaan obat yang dilarang itu sudah menyasar masuk ke sekolah – sekolah. Jika tidak dijelaskan dampak sejak dini, maka generasi akan mudah terjerumus.

“Kami sudah berikan penjelasan, berikut menayangkan video para remaja yang tak sadarkan diri karena mengonsumsi Tramadol. Sejumlah siswa saat melihat itu terdiam dan sepertinya memiliki rasa takut,” ujarnya.

Kata Akbar, pencegahan dini melalui sosialisasi ini akan menjadi benteng generasi untuk berani mengatakan tidak pada Tramadol. Setidaknya, setelah diberi penjelasan anak – anak bisa membayangkan dampak buruknya jika mencoba untuk menelan obat keras tersebut.

Rencana sosialisasi bahaya Tramadol tersebut sambungnya, akan dilanjutkan pada beberapa sekolah lain. Adapun sekolah yang sudah mengonfirmasi kesediaannya yakni SMPN 1 dan SMPN 2 Kota Bima.

“Insya Allah pekan depan kita masuk di SMPN 1 dan SMPN 2 Kota Bima. Juga memberikan pemahaman yang sama agar bisa kuat membentengi diri dari Tramadol dan Narkoba,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Wakil Kepala SMPN 13 Kota Bima Suhardin menyampaikan ucapan terimakasih kepada BSMI. Dirinya berharap, rantai kepedulian tersebut tidak terputus. Sehingga generasi bisa tumbuh dengan sehat tanpa tersentuh oleh Tramadol dan Narkoba.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *