Program BSPS di Bolo Dituding Tidak Transparan

Kabupaten Bima, Kahaba.-  Program bedah rumah atau Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kecamatan Bolo dituding tidak transparan. Pasalnya, harga bahan material yang disalurkan  tidak diketahui oleh penerima manfaat.

Ilustrasi bedah-rumah

Menurut Ketua KNPI Bolo, Nuryadin, mestinya semua harga bahan harus diketahui oleh penerima manfaat agar bisa disesuaikan dengan besar bantuan yang didapat. “Indikator lain tidak transparannya pelaksanaan program BSPS ini yaitu tidak adanya bentuk pengawasan dari pihak fasilitator pendamping program BSPS,” sorotnya.

Kata Nuryadin, pelaksanaan program ini terbengkalai dan terkesan dilakukan pembiaraan. Buktinya, bisa dilihat dari tahapan pelaksanaan program BSPS bervariasi. Bahkan saat pendistribusian bahan material fasilitator tidak pernah ada. Hal itu berdasarkan data yang dikumpulkannya di lapangan melalui penerima manfaat.

Selain itu kata dia, pihaknya menemukan salah satu kesalahan fatal yang dilakukan oleh pihak fasilitator saat pendistribusian bahan material. “Seperti yang dialami Kamuria warga Rt 10 Desa Timu, bahan material yang disalurkan  untuk kosen pintu tidak layak dipakai lantaran sudah lapuk,” jelasnya.

Atas keadaan tersebut Nuryadin meminta Camat Bolo agar memanggil fasilitator pendamping program BSPS untuk mengklarifikasi beberapa kejanggalan tersebut sehingga tidak merugikan warga penerima manfaat.

Heni, warga RT 12 Desa Timu, salah satu masyarakat penerimaa manfaat menyampaikan, dirinya sudah mendapatkan beberapa bahan material untuk bedah rumah. Seperti pasir 9 gerobak, bata 4000 biji, besi ukuran enam dan ukuran delapan sebanyak 35 batang, semen 32 sak dan kosen pintu dan jendela masing-masing dua buah.

Namun dirinya tidak tau berapa harga bahan material yang sudah diterimanya. “Saya hanya dikasih tau banyak bahan material yang terima,” ungkapnya.

Camat Bolo Mardianah yang dikonfrimasi media ini menyampaiakan, dirinya siap untuk menfasilitasi permintaan KNPI Bolo untuk menghadirkan fasilitator pendamping program BSPS untuk hadir dan klarifikasi hal tersebut. “Saya akan fasilitasi,” ujarnya.

Sementara pihak fasilitator sampai sekarang belum berhasil dikonfirmasi, bahkan didatangi di rumahnya juga tidak ada.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *