Kondisi Kian Membaik, Aisyah Diizinkan Pulang

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kondisi Aisyah (10) kian membaik. Setelah ditangani RSUP NTB, penderita Limfadenopati Multiple itu pun diperbolehkan pulang dan dirawat jalan selama lebih kurang 2 minggu kedepan.  (Baca. Badannya Terus Membengkak, Bocah ini Butuh Pertolongan)

Aisyah foto bersama petugas medis RSUP NTB sebelum pulang. Foto: Dok. BBC

Kabar gembira tersebut disambut haru dan bahagia. Aisyah pun terlihat tersenyum gembira. 2 pekan dirawat di RSUP NTB dan menjadi pasien pendampingan penuh BABUJU CARE CENTRE (BCC), Aisyah mampu melalui masa – masa sulitnya. (Baca. Aisyah Akhirnya Diberikan Pengobatan Secara Medis)

Pembina BCC Rangga Babuju mengakui, kendati aisyah diperbolehkan pulang, tapi bocah tersebut dirawat dirawat jalan selama lebih kurang 2 pekan kedepan. Selama itu, Aisyah harus melakukan Chek up di Poli Anak RSUP NTB untuk penyakit Limfadenitis yang ia idap. (Baca. Begini Perkembangan Pengobatan Aisyah dan Ina Bodi)

“Hasil dari Chek Up tersebut untuk mengetahui apakah Aisyah akan dirujuk lanjut ke RS Sanglah atau akan menjalani penanganan medis lebih lanjut di RSUP NTB,” katanya. (Baca. Kesehatan Aisyah dan Ina Bodi Kian Membaik)

Menurut Rangga, berdasarkan keterangan pihak media, Limfadenitis yaitu peradangan pada KGB (Kelenjar Getah Bening). Leher, daerah di bawah rahang bawah, di bawah telinga, ketiak dan lipat paha, merupakan beberapa bagian tubuh manusia yang memiliki banyak kelenjar getah bening.

KGB sebenarnya merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh manusia yang bisa membantu melawan infeksi, baik disebabkan oleh bakteri, virus atau lainnya. Biasanya ketika terjadi infeksi atau peradangan di sekitar KGB tersebut (seperti batuk, pilek, radang amandel, radang tenggorokan, infeksi telinga), kelenjar getah bening akan membengkak untuk memberikan tanda.

“Setelah infeksi mereda, kelenjar getah bening akan mengempis dengan sendirinya. Peradangan pada KGB dapat disertai demam dan nyeri tekan pada benjolan,” jelasnya mengutip keterangan dokter yang menangani Aisyah.

Penanganan Aisyah sambungnya, menggunakan BPJS Kelas III. Seluruh biaya hidup dan penanganan medis diluar klaim BPJS kelas III dibiayai dari Dana Donasi baik melalui Dompet Peduli Kemanusiaan BABUJU maupun yang diserahkan langsung oleh para Donatur kepada orang tua Aisyah.

Rangga juga mengakui banyak pihak selain BCC yang terlibat dan berpartisipasi dalam upaya kesembuhan Aisyah. Baik perorangan maupun kelompok dan lembaga.

“Penanganan medis Aisyah baru setengah perjalanan. Masih ada penanganan lebih lanjut. BCC akan memulangkan Aisyah dalam kondisi normal seperti sedia kala,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *