Dikejar Karena Lawan Jalur, Mobilio Tabrak Fortuner

Kota Bima, Kahaba.- Kecelakaan terjadi di sekitar Museum ASI Bima, Rabu (13/12) pagi. Mobil merk Honda jenis Mobilio warna putih menabrak Mobil Toyota Fortuner. Informasinya, Mobilio melaju karena dikejar petugas setelah melawan jalur di jalan Sultan Hasanuddin.

Kondisi 2 mobil usai kecelakaan di sekitar Museum ASI Bima. Foto: Istimewa

Pemilik mobil Fortune Muhammad Akbar mengaku, saat mengantar anaknya pergi sekolah ia melaju pelan dari arah timur sebelah utara Museum ASI. Tiba tiba Mobilio menabrak mobilnya saat hendak memutar setelah kabur dari kejaran petugas usai lawan jalur.

“Tiba-tiba saja di pertigaan sebelah utara ASI muncul Mobilio putih langsung menabrak mobil saya dari sisi kiri,” ujarnya kepada media ini.

Kata Akbar, saat tabrakan anaknya duduk di depan dan terkena benturan. Anaknya sempat menangis dan histeris.

“Tapi syukur Alhamdulillah anak saya tidak ada luka serius, hanya memar ringan di daerah wajah,” tutur pria yang bekerja di RSUD Bima.

Saat itu sambungnya sempat terjadi perdebatan dan saling menyalahkan. Beberapa menit kemudian, datang polisi dan dilapor tukang ojek sebagai saksi mata.

“Sewaktu diperiksa polisi datang petugas Dinas Perhubungan dan mengaku sedang mengejar mobil yang menabrak mobil saya karena kabur melawan jalur,” ungkapnya.

Saat ini sambungnya, kunci mobil dan STNK kendaraannya sudah diserahkan untuk diproses.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bima Sugiarto membenarkan kejadian tersebut. Kata dia, pengemudi Mobilio itu melaju kencang setelah melawan jalur.

“Kami yang bertugas saja hampir ditabrak. Karena mobil itu melaju kencang, kemudian belok kiri kearah Kantor Kadin,” ungkapnya.

Beberapa saat kemudian, dirinya mengetahui Mobilio yang dikejar oleh petugas karena melawan jalur itu menabrak Mobil Fortuner di sebelah utara Museum ASI.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Ibnu zubair

    Maklum ndai mbojo sandake ra ai mana 2 mau bawa mobil ataupu motor yg penting bisa nyetir dan bawa sementara sim,
    helm untuk keselamatan diri sendiri sll di abaika.

  2. Che guevara

    jika sempat cek-cok mulut…
    tentu harus diperiksa psikologis pengendara mobilio…

    sudah tahu salah jalur…
    mau nbarak petugas perhubungan…

    tapi g mau ngaku salah…

    itu apa namanya…
    mabuk kalessss

  3. Sukarno

    Paling padat pagi. Arah barat ke timur, hemat sata barat ke timur mestinya diruas sukarno hatta.. bukan di jl gajah mada spt pengaturan sekarang, toh tujuan kebijakan ini utk kenyamanan pengendara?!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *