Warga Desak Pekerjaan Jembatan Penatoi Dihentikan

Kota Bima, Kahaba.- Warga sekitar jembatan Penatoi memerotes pekerjaan pembangunan jembatan dimaksud, Kamis (16/8). Warga menginginkan pekerjaan dihentikan sementara waktu, karena dinilai merugikan warga sekitar dan dianggap menciptakan daerah kumuh. Sebab rencana pembangunan jembatan tersebut dinilai terlalu tinggi dan menutup akses jalan warga.

Warga saat memerotes pembangunan jembatan Penatoi. Foto: Bin

Warga sekitar jembatan Jefris mengatakan, pembangunan jembatan tersebut harus direkrontruksi ulang. Pihaknya lebih memilih tidak ada jembatan, jika kondisi jembatan dibuat sangat tinggi. Karena air banjir yang masuk lewat pemukiman warga akan menenggelamkan rumah warga, karena air tidak bisa melewati ketinggian jembatan yang dibangun sekarang.

“Kami minta pekerjaan diberhentikan sementara, kami minta ketinggian jembatan diturunkan lagi,” pintanya.

Menurut Jefris, ketinggian jembatan tersebut akan mempersulit akses jalan warga sekitar. Sehingga akan mempersulit masuknya ambulance dan mobil pemadam kebakaran. Sekarang saja para pengusaha sekitar jembatan sudah gulung tikar, selain rugi pembayaran tempat usaha para pemilik usaha rugi tidak adanya pengunjung.

“Pekerjaan ini juga tidak ada sosialiasi awal, papan proyek pun tidak pernah diperlihatkan, padahal itu harus dipasang sesuai amanat undang-undang,” ungkapnya.

Sementara itu pengawas Proyek PT. Gala Tama Hanapi menyampaikan, pihaknya tidak berani menghentikan pekerjaan jembatan tersebut, karena belum ada perintah dari pimpinan. Pihaknya harus tetap melanjutkan pekerjaan tersebut mengingat progres pekerjaan tetap diawasi oleh Pemerintah, Kepolisian, Kejaksaan dan pihak lain yang berwenang.

“Kami harus menunggu perintah pimpinan untuk menerima permintaan warga yang ingin memberhentikan sementara pekerjaan ini,” katanya.

Kemudian anggota DPRD Kota Bima Komisi 3 H Armansyah yang berada di lokasi pekerjaan mengatakan, pihaknya akan memanggil pelaksana pekerjaan daaln penanggungjawab. Karena harus segera memberi keputusan tentang permintaan warga yang ingin memberhentikan pekerjaan dimaksud. Masalah jembatan diturunkan lagi atau tidak, tergantung kesepakatan bersama antara warga dan pihak terkait.

“Kami juga menyesalkan dengan tidak adanya sosialissi awal tentang pekerjaan ini pada warga,” sesalnya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *