Peran Babinsa Dalam Mencegah Konflik Perlu Dioptimalkan

Kota Bima, Kahaba.- Danrem 162 Wira Bhakti mengharapkan keberadaan Bintara Pembina Desa (Babinsa) sebagai ujung tombak keamanan wilayah dapat lebih dioptimalkan. Peran TNI dan aparat keamanan lainnya dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah sama, yaitu membantu mengamankan jika terjadi potensi gejolak di suatu wilayah. Namun Bukan berati TNI ingin mengambil alih peran Polisi sebagai pengaman.

Apel Babinsa

Danrem 162 Wira Bhakti Kolonel Infantri Zulfardi Junin saatmemberikan pengarahan.

Hal ini disampaikan Danrem 162 Wira Bhakti Kolonel Infantri Zulfardi Junin saat  menerima khusus awak pers usai apel bersama seluruh Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Makodim 1608 Bima, Kamis (27/12/2012).

Lebih tegas disampaikannya, bila kemudian di wilayah yang akan terjadi potensi gejolak tersebut terdapat anggota TNI, maka anggota TNI tersebut sebelumnya harus atau wajib menyampaikan informasi pengamanannya kepada pihak kepolisian. Tentunya anggota TNI sambil menunggu pihak kepolisian hadir di lokasi akan terjadi konflik wajib pula memberikan pengamanan dan menangani konflik yang terjadi untuk menghindari kejadian-kejadian yang lebih besar bakal terjadi.

Bahwa, tugas pokok TNI AD sangat ditentukan oleh kemampuan Babinsa. Sebab, Babinsa yang memahami wilayah-wilayah terdepan. Diharapkan, dalam melaksanakan tugasnya Babinsa dapat bersinergi dan berkoordinasi dengan aparat pemerintahan desa, Kecamatan hingga pemerintah atas.

Tidak saja hanya itu, terjadi pada masalah yang besar, anggota TNI juga bisa mengambil tindakan jika terjadi aksi kriminal. Karena jika membiarkan hal tersebut sama saja membiarkan tindak kejahatan terjadi. “Ambil dulu, cegah malingnya, kemudian serahkan ke Polisi,” tutur Zulfardi mengilustrasikan.

Selain itu, perkembangan situasi dan teknologi saat ini memunculkan ancaman terhadap keutuhan dan kedaulatan Negara yang lebih kompleks. Untuk itu semua prajurit TNI-AD termasuk Danramil-Babinsa harus terus menambah pengetahuan dan wawasan. Danramil dan Babinsa harus mampu menganalisa setiap kejadian yang ada di wilayah masing-masing. Dengan demikian setiap prajurit TNI-AD dapat mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi.

Mengenai kehadirannya di Kodim 1608 kemudian menggelar apel bersama seluruh Babinsa, adalah dalam rangka memberikan penegasan instruksi terkait perintah Kepala Staf TNI AD dalam apel Danrem dan Dandim di Secapa AD tanggal 3-7 Desember lalu yang menekankan peranan anggota Kodim, Koramil dan Babinsa sebagai ujung tombak keamanan Negara

“Kehadiran saya untuk mengecek itu, apakah kebijakan dari pimpinan sudah sampai pada para Babinsa,” terang Zulfardi yang juga didampingi Dandim 1608 Bima Letkol Infantri Tommy Feri beserta seluruh petinggi Korem. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *