oleh

Dapodik Berbohong, Sertifikasi di Sekolah Swasta Dihapus

Kota Bima, Kahaba.- Sekolah Swasta yang telah terbukti melakukan manipulasi data jumlah siswa segera diberikan sanksi. Selain meminta dana BOS dikembalikan, sertifikasi guru tahun ini juga mulai tidak dibayarkan untuk triwulan ketiga.

Kadis Dikpora Kota Bima H. Alwi Yasin, Foto: Bin
Kadis Dikpora Kota Bima H. Alwi Yasin, Foto: Bin

Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, H. Alwi Yasin menegaskan, berdasarkan hasil investigasi, pihaknya menemukan sejumlah persoalan. Pertama, secara faktual beberapa sekolah swasta telah membuat data yang salah. Karena salah, maka harus mengembalikan dana BOS.

Tidak hanya itu, terjadi juga penggelembungan jumlah kelas pada beberapa sekolah. Ia mencontohkan, ada 60 siswa yang tercatat dalam absensi, namun riilnya ternyata hanya 20 orang siswa. Dari jumlah 60 siswa, kemudian dibuat sebanyak dua kelas. Padahal sesungguhnya kelas tersebut tidak ada.

“Tentu cara yang dilakukan itu salah, karena memanipulasi data siswa dengan tujuan penuhi syarat mendapatkan sertifikasi. Karena sudah diketahui manipulasi data, maka sertifikasi itu tidak layak dibayar,” ungkap Alwi di ruangannya, Selasa (31/5).

Manipulasi data tersebut, menurut dia, tidak lepas dari peran pihak Dapodik. Berdasarkan hasil investigasinya, tidak saja berlaku di satu sekolah, tapi berpotensi terjadi di seluruh sekolah swasta.

“Jadi, kami tegaskan sekali lagi, guru guru di sekolah yang sudah terbukti manipuasi data siswa, tidak boleh menerima sertifikasi mulai triwulan ketiga tahun ini,” tegasnya.

Kepada pihak Dapodik juga, sambungnya, akan diberikan rekomendasi serta dievaluasi kembali, agar masalah data bisa diperbaiki dan tidak turut memanipulasi data seperti yang dilakukan oleh Sekolah Swasta.

*Bin

Komentar

Kabar Terbaru