Pekan ke-2 Sekolah Jurnalistik PMII, Peserta Praktek Menulis Berita

Kota Bima, Kahaba.- Sekolah Jurnalistik yang digagas Pengurus Cabang PMII Bima bekerjasama dengan Lakpesdam NU Bima memasuki minggu ke-2. Pertemuan ke-7 dan ke-8, Minggu (30/9) sore tadi diadakan di Halaman Museum Asi Mbojo.

Wartawan Radar Tambora Atina saat menjelaskan cara menulis berita. Foto: Ady

Para peserta dari berbagai kampus ini didampingi praktek menulis berita oleh Wartawan Radar Tambora Atin dan pengetahuan tentang foto berita dari Pimpinan Redaksi Media Online Kahaba.net Faharudin.

“Sengaja saya ajak peserta di Museum Asi Mbojo agar tidak jenuh di ruangan. Di sini mereka juga bisa langsung praktek menulis dan wawancara kegiatan STIE Expo 2018,” jelas Wartawan Radar Tambora Atin saat mendampingi peserta.

Atin langsung menugaskan para peserta menghimpun informasi dengan mewawancarai narasumber di lokasi kegiatan STIE Expo Bima 2018 dan mengolahnya menjadi sebuah berita.

“Praktek menulis ini sangat penting bagi calon jurnalis sebagai dasar utama. Nah, dengan turun lapangan begini banyak informasi menarik bisa digali dari narasumber untuk bahan berita,” jelas Anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bima ini.

Materi tentang foto berita yang disampaikan Pimpinan Redaksi Kahaba.net Faharudin juga tak kalah menarik. Peserta diajarkan pengetahuan bagaimana foto dalam sebuah berita sangat penting untuk menguatkan narasi berita yang dibuat.

“Sebagus apapun sebuah berita akan terasa gersang tanpa didukung foto. Bahkan hanya dengan foto sebuah peristiwa bisa digambarkan dan dipahami pembaca,” jelasnya.

Ia pun mencontohkan bagaimana peran foto di beberapa media nasional mampu menyampaikan pesan yang ingin disisipkan jurnalis. Tak jarang, ada media online nasional yang membuat segmentasi khusus untuk memuat cerita foto dan narasi.

“Tapi tentu saja, sebuah foto yang baik harus mewakili atau sesuai dengan narasi berita yang kita tulis. Jangan beritanya lain ditulis, fotonya lain dimuat,” ujar dia.

Wartawan Kahaba.net saat menjelaskan materi foto berita. Foto: Ady

Terpenting lagi lanjut dia, pengambilan foto harus tetap memperhatikan etika dan estetika sesuai dengan ketentuan jurnalistik. Misalkan foto berita harus menarik dan bernilai berita. Tidak boleh menampilkan unsur pornografi, unsur kekerasan secara vulgar, melabrak privasi narasumber dan eksploitasi anak.

Secara terpisah, Ketua Umum PC PMII Bima Wiro Ardiansyah menjelaskan, sekolah jurnalistik sesuai rencana akan dilaksanakan selama 3 minggu dengan jumlah 12 kali pertemuan. Selain diberikan pemahaman teori tentang jurnalistik, peserta juga didampingi praktek menulis, wawancara dan pengambilan foto berita.

“Pertemuan sudah berlangsung 2 pekan, dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu. Masih tersisa 4 pertemuan lagi minggu depan,” ujarnya.

Pada pekan terakhir pertemuan sekolah jurnalistik lanjut Wiro, peserta akan diberikan pengetahuan tentang pengelolaan media website atau media online, UU Pers, Kode Etik Jurnalistik dan Organisasi Profesi Jurnalis.

Selain itu, peserta rencananya akan diajak berkunjung di Kantor Redaksi Media Radar Tambora dan Media Online Kahaba.net untuk melihat dari dekat proses pengolahan berita, penerbitan surat kabar, manajemen redaksi dan pengelolaan media online.

“Untuk mendapatkan out put maksimal, kita libatkan mentor dari para jurnalis profesional. Ada dari media cetak, media online lokal maupun regional,” kata dia.

Wiro menambahkan, sekolah jurnalistik ini merupakan kegiatan awal untuk angkatan I. Jika sukses, PMII Bima berencana akan mengadakan lagi sekolah jurnalistik angkatan II.

“Mudah-mudahan melalui sekolah jurnalistik bisa lahir calon jurnalis handal, berkualitas dan tentunya kapasitas kader makin meningkat,” harapnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *