Ulama Besar Bima, TGH Abdul Ghani Masykur Meninggal Dunia

Kabar Bima468 Dilihat

Kota Bima, Kahaba.- Tokoh dan ulama besar Bima TGH Abdul Gani Masykur tutup usia, Selasa (4/6) siang. Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh putri Almarhum, Nurfarhati di rumah duka, jalan Sultan Kaharuddin Kelurahan Sarae Kecamatan Rasanae Barat.

Ulama Besar Bima, TGH Abdul Ghani Masykur Meninggal Dunia - Kabar Harian Bima
TGH Abdul Ghani Masykur. Foto: Bin

Sebelum menghadap sang khaliq, ulama kelahiran 1924 itu sempat dirawat selama sepekan di PKU Muhammadiyah.



“Muma (biasa disapa) dirawat selama 1 minggu, dalam penanganan medis dr H Ali yang senantiasa memeriksa kesehatan beliau,” ujarnya, Selasa (4/6).

Baca:   Belanja Publik 18,3 Persen, APBD Kota Bima Dinilai Tidak Sehat

Kata Nurfarhati, setelah sepekan dirawat kemarin Senin (3/6) kondisi kesehatannya berangsur membaik dan bisa berkomunikasi dengan keluarga. Sekitar pukul 16.00 Wita, pihak rumah sakit mengizinkan keluarga melanjutkan dirawat di rumah.

Selama sakit, sambung mantan Ketua KPU Kota Bima itu, Almarhum tak pernah berhenti berdzikir. Sedangkan putra dan puteri almarhum beserta keluarga, senantiasa mendampingi. Bahkan Muma kemarin sempat mengucapkan, bila wafat meminta untuk dikuburkan di Kecamatan Parado.

Baca:   BLUD Bima Direhab, Pelayanan Terganggu

“Setelah sehari dirawat di rumah, sekitar pukul 11.45 Wita Allah SWT menyayangi beliau dengan memanggilnya untuk menghadap sang pencipta,” katanya.

Ulama Besar Bima, TGH Abdul Ghani Masykur Meninggal Dunia - Kabar Harian Bima
Suasana di rumah duka TGH Abdul Ghani Masykur. Foto: Eric

Nurfarhati menjelaskan, untuk melaksanakan wasiat beliau. Berdasarkan musyawarah keluarga, jenazah Almarhum terlebih dahulu akan disemayamkam di rumah duka selama sehari, kemudian besok Rabu (5/6) akan disholatkan bersama usai pelaksanaan ibadah sholat idul fitri.

Baca:   Ketua KPU dan Panwaslu Bima Ditegur DKPP

Usai di sholatkan di Lapangan Serasuba, selanjutnya jenazah beliau akan mampir di salah satu Masjid di Desa Tangga untuk di sholatkan oleh keluarga besar di sana, setelah itu menuju Desa Parado Rato untuk dikebumikan.

Nurfarhati juga menyebutkan riwayat almarhum, yang pernah menjadi pembima yayasan Islam, kemudian penasehat Muhammadiyah Kota dan Kabupaten Bima serta penasehat MUI Kota dan Kabupaten Bima.

*Kahaba-04


Komentar