Dinas Perkim dan Kotaku Sosialisasi Konsep Ratu Raga Mantika di Rabadompu Barat

Kota Bima, Kahaba.- Dinas Perkim Kota Bima bersama pelaksana Program Kotaku bertatap muka dengan warga Kelurahan Rabadompu Barat dan mensosialisasikan rencana kegiatan Program Kotaku Skala Kawasan, Senin (14/10.

Kepala Dinas Perkim Kota Bima Didi Fahdiansyah saat sosialisasikan program Ratu Raga Mantika. Foto: Bin

Program yang dikenal dengan sebutan Ratu Raga Mantika Itu akan meliputi kawasan pada 4 Kelurahan, masing – masing Kelurahan Rabadompu Barat, Rabangodu Utara, Penaraga dan Rontu. Rencananya, program tersebut mulai dikerjakan awal tahun 2020 mendatang.

Kepala Dinas Perkim Kota Bima Didi Fahdiansyah dihadapan puluhan masyarakat setempat menjelaskan, program ini adalah program kolaborasi, pekerjaan dari Program Kotaku yang bekerja sama dengan Kelompok Kerja (Pokja) yang ada di Pemerintah Kota Bima.

Menurut dia, dari 4 kelurahan untuk Program Kotaku Skala Kawasan itu, Kelurahan Rabadompu Barat menjadi kelurahan yang paling siap untuk menerima program dimaksud. Baik itu masalah lahan, dan partisipasi masyarakatnya, sudah tidak ada lagi kendala-kendala yang berarti.

“Rabadompu Barat penerimaan untuk program ini sangat luar biasa,” jelasnya.

Untuk tercapainya pelaksanaan program yang baik kata Didi, tentu saja tidak cukup mampu dilaksanakan oleh pemerintah sendiri. Penanganan masalah kumuh perlu keterlibatan semua pihak, terutama partisipasi masyarakat. Namun dirinya melihat, sejak awal warga Kelurahan Rabadompu Barat menerima program ini dengan baik.

Ia menguraikan, program ini juga akan memikirkan peningkatan ekonomi masyarakat yang ada di sekitar. Dengan adanya pengembangan kawasan ini, akan menjadi pertumbuhan ekonomi baru bagi warga. Apalagi warga Rabadompu Barat memiliki kearifan lokal seperti tenun, maka akan disiapkan lapak untuk bisa dipasarkan di lokasi tersebut.

“Kawasan ini akan ditata sedemikian indah. dibuatkan taman dan sungai ini akan dibersihkan. Warga dari kelurahan dan daerah lain juga akan datang mengunjungi kawasan ini nanti,” ungkapnya.

Sehingga pada akhirnya nanti tambah Didi, kawasan dimaksud akan betul-betul berubah serta menjadi spot menarik untuk dikunjungi.

Di tempat yang sama, salah seorang warga Rabadompu Barat Arif Rusli memberi masukan agar perkembangan tenun di Rabadompu diperhatikan dengan maksimal, sehingga bisa berkembang dengan baik.

“Sekarang penenun banyak, tapi pasarnya yang kurang. Kalau kawasan ini menjanjikan, maka pemerintah harus serius untuk membantu para penenun,” sarannya.

Rusli juga berharap, jika tempat itu bisa didesain, pemerintah juga bisa membuat bangunan yang bisa dimanfaatkan untuk tempat menjelaskan semua sejarah tenun di Rabadompu Barat. Karena selain pengunjung membeli hasil tenun, juga mengetahui pasti bagaimana tenun ini secara turun temurun berkembang di kelurahan tersebut.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *