oleh

Diduga Dianiaya Majikan, Pahlawan Devisa Asal Kota Bima Meninggal Dunia

-Kabar Bima-7 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Kabar duka datang dari pahlawan devisa negara asal Kelurahan Dara Kota Bima. Karena diduga dianiaya majikannya di Malaysia, Tenaga Kerja Wanita (TKW) bernama Murni meninggal dunia di salah satu Rumah Sakit di Negara Bagian Malaysia, Kamis malam (8/7).

Kondisi Murni dengan sejumlah luka. Foto: Ist

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Bima, Amsor membenarkan informasi meninggalnya Murni. Pihaknya mengetahui kabar duka itu dari laporan keluarga Murni kemarin.

“Lemarin kami menerima kedatangan 2 warga Kelurahan Dara yang mengaku sebagai keluarga Murni. Mengabarkan bahwa yang bersangkutan dalam kondisi sakit, dan sedang dirawat di Rumah Sakit GH Hospital Pulau Pinang Datok Kramat,” ungkapnya, Jumat (10/7).

Diakui Amsor, kabar sakitnya Murni diberitahu TKW yang juga bekerja di Malaysia, yang sempat melihat korban terbaring di rumah sakit. Setelah ditanyakan dari mana asalnya, barulah diketahui berasal dari Kota Bima dan meminta kontak keluarga agar bisa dihubungi.

Amsor menambahkan, hanya berselang sehari setelah dilaporkan menjalani perawatan, ternyata beberapa jam kemudian TKW tersebut menghembuskan nafas terkahir di rumah sakit. Saat ini keluarga dan pihak Disnaker berusaha melakukan upaya pemulangan jenazah, meskipun terdapat kendala.

Ia menjelaskan, setelah dilakukan cek identitas, Murni pernah berangkat secara resmi melalui lembaga resmi P3MI Mitra Sinergi Sukses di tahun 2014 dengan kontrak kerja 2 tahun. Namun justeru kembali berangkat di tahun 2018, tanpa melalui izin resmi pemerintah, pihaknya kesulitan memulangkan jenazah.

“Sebagai upaya untuk memulangkan jenazah, kita sudah koordinasi dengan BP3TKI Mataram untuk komunikasi dengan konsulat di Pulau Pinang Malaysia agar pemulangan jenazah,” terangnya.

Amsor menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima Disnaker, almarhumah diduga meninggal dalam kondisi tidak wajar dengan sejumlah tanda-tanda luka pada bagian kaki.

“Untuk menyelidiki ini kami masih menunggu hasil rekam medis dari pihak kepolisian. Agar diketahui pasti,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentar

Kabar Terbaru