oleh

Aturan Terbaru Menpan-RB, Pegawai Honorer Dihapus

Kota Bima, Kahaba.- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) RI mengeluarkan aturan terbaru mengenai status kepegawaian di lingkungan instansi pemerintah pusat dan daerah.

Aturan Terbaru Menpan-RB, Pegawai Honorer Dihapus - Kabar Harian Bima
Kepala BKPSDM Kota Bima H A Wahid. Foto: Bin

Surat dengan Nomor : B/185/M.SM.02.03/2022 yang ditandatangani oleh Menpan-RB Tjahjo Kumolo tersebut dikeluarkan tanggal 31 Mei 2022.



Terdapat beberapa poin di dalam aturan tersebut terutama mengatur status pegawai honorer. Pada nomor 6 disebutkan, dalam rangka penataan ASN sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, poin a, agar para Pejabat Pembina Kepegawaian melakukan pemetaan pegawai non-ASN di lingkungan instansi masing-masing dan bagi yang memenuhi syarat dapat diikutsertakan atau diberikan kesempatan mengikuti seleksi
Calon PNS maupun PPPK.

Baca:   Pengumuman Hasil Tes K2 Diundur

Kemudian poin b, menghapuskan jenis kepegawaian selain PNS dan PPPK di lingkungan instansi masing-masing dan tidak melakukan perekrutan pegawai non-ASN.

Pada poin c, dalam hal Instansi Pemerintah membutuhkan tenaga lain seperti Pengemudi, Tenaga Kebersihan dan Satuan Pengamanan dapat dilakukan melalui Tenaga Alih Daya (Outsourcing) oleh pihak ketiga dan status Tenaga Alih Daya (Outsourcing) tersebut bukan merupakan Tenaga Honorer pada Instansi yang bersangkutan.

Baca:   Hari Ini Pemkot Bima Resmi Buka Lelang Jabatan 3 OPD

Poin d, menyusun langkah strategis penyelesaian pegawai non-ASN yang tidak memenuhi syarat dan tidak lulus seleksi Calon PNS maupun Calon PPPK sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sebelum batas waktu tanggal 28 November 2023.

Kepala BKPSDM Kota Bima H A Wahid yang dikonfirmasi soal aturan itu menjawab, pihaknya sudah mengetahui aturan itu. Namun yang jelas akan dipelajari dan konsultasi kembali ke pemerintah pusat.

Baca:   Tes JPT, Pekan Ini Ditentukan 3 Nama

“Kita akan membahasnya terlebih dahulu,” katanya singkat.

*Kahaba-01


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

2 komentar

  1. Maaf skedar bertanya saja….pihak ke 3 atau yg dikenal outsourcing….apa sih ke untungannya,apa modalnya pihak ke 3….setahu kami outsourcing itu cuma makan hasil suar lelah pekerja…. mereka tidak bermodalkan apa-apa….apa tidak rugi yang tadi nya hanya bayar gaji honorer dan di tambah lagi dengan gaji pihak ke 3 ?
    Outsourcing itu kan butuh juga ke untungan ?
    Apa tidak bertambah anggaran untuk pihak ke 3 ?

  2. Terus pengabdian bertahun2 atau berpuluh puluh tahun selama ini,gak dihargai sama sekali dengan aturan2 yang ada sekarang,, menunjukan kebijakan yang semrawut dan hanya mementingkan ego nya ,.,