Hukum & KriminalKabar Kota Bima

Ibu Muda ini Diduga Dianiaya Oknum ASN Bersama Istri

1968
×

Ibu Muda ini Diduga Dianiaya Oknum ASN Bersama Istri

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Nurmutiah, ibu rumah tangga yang beralamat di BTN Lewijambu Kelurahan Ule, jadi korban pengeroyokan dan penganiayaan oknum ASN bersama istrinya. Dari peristiwa itu, perempuan berusia 31 tahun tersebut melaporkan ke Polres Bima Kota.

Ibu Muda ini Diduga Dianiaya Oknum ASN Bersama Istri - Kabar Harian Bima
Kondisi Tia yang alami luka setelah diduga dikeroyok oknum ASN bersama istri. Foto: Ist

Tia – sapaan akrabnya – kepada sejumlah wartawan menceritakan, pengeroyokan itu terjadi hari Selasa tanggal 7 November sekitar pukul 19.30 Wita. Namun pemicunya, bermula dari masalah di lingkungan sekitar, yakni cek-cok suami istri di depan rumahnya. Singkat cerita kejadian itu menyebabkan dirinya dan Rahmawati, istri Erwinsyah yang terduga pelaku terlibat cekcok.

Ibu Muda ini Diduga Dianiaya Oknum ASN Bersama Istri - Kabar Harian Bima

“Saat cek-cok itu datang Erwin mencekik saya, kemudian mendorong dan menendang bagian perut sebelah kiri saya,” ungkapnya, Sabtu 11 November 2023.

Karena terjatuh sambung Tia, Rahmawati kemudian datang menjambak rambutnya. Saat hendak bangun, Erwinsyah kembali menendang mukanya hingga hidung mengeluarkan darah.

“Pengeroyokan dan penganiayaan ini di depan rumah saya. Anak saya dan ibu saya berteriak menyaksikan itu semua,” cerita Tia menangis.

Lantaran dirinya khawatir akan terjadi hal yang lebih buruk, Tia berusaha bangkit dan mencari motor agar bisa meloloskan diri dari pengeroyokan itu.

“Saya juga takut mati dan melarikan diri menuju Polsek Asakota untuk melapor,” katanya.

Kejadian itu pun dilaporkan ke Polres Bima Kota. Tia juga mengaku menjalani perawatan medis selama 2 hari karena sejumlah luka yang dialami.

“Saya berharap polisi bisa mengusut tuntas dan menghukum para pelaku tersebut dengan seberat-beratnya,” harap Tia.

Di tempat terpisah, Erwinsyah menjelaskan, awal mula kejadian memang bukan dengan mereka. Tapi adik iparnya yang pergi klarifikasi ke Tia tentang ipar yang dituduh membawa fitnah.

“Kita posisi di jalan BTN, duduk ngobrol dengan tetangga, entah apa klarifikasi ipar saya dengan Tia saat itu. Adil ipar kemudian keluar dipanggil oleh istri saya Rahmawati, menegur adiknya kenapa urus urusan orang,” katanya.

Hanya saja, saat itu Tia pun merasa tersinggung. Kemudian datang bertanya menunjuk-nunjuk dan mencaci maki istri saya. Tidak Terima, kemudian cek-cok mulut pun terjadi,

Ketika cek-cok terjadi sambung Erwinsyah, anaknya yang terakhir keluar dari rumah untuk melerai. Karena dirinya juga tidak ingin ikut campur urusan ibu-ibu, keluar rumah dan hendak mengambil anak.

“Saat itu juga, melihat saya keluar, datang Tia menyerang saya, pegang leher baju dan mengguncang-guncang badan saya. Saya dan Tia pun terjatuh,” ungkapnya.

Setelah itu, dirinya bangun. Sementara Tia membawa helm ambil motor mau ke kantor polisi, untuk melapor kejadian dimaksud.

“Pas kejadian ramai tetangga yang melerai, jadi saya tidak tahu kenapa bisa keluar darah di hidung Tia dan alami luka lebam di beberapa bagian tubuhnya,” ujar Erwinsyah.

Dirinya pun membantah cerita Tia soal pengeroyokan dan penganiayaan. Itu semua tidak benar, karena banyak saksi juga yang melihat.

“Tidak ada niat saya, apalagi menyerang, mengeroyok dan menganiaya Tia. Kalaupun saya tendang mukanya Tia, pasti robek bibirnya atau lebam mukanya, tapi ini tidak ada sama sekali,” tegasnya.

Terhadap peristiwa itu, Erwinsyah juga melaporkan ke polisi. Isi laporannya yakni penganiayaan, karena ia juga alami memar di bagian dada atas dan pada bagian siku.

*Kahaba-01