Kabar Kota Bima

Raih Juara I MTQ Internasional di Irak, Zian Pulang Disambut Shalawat dan Air Mata Haru

1
×

Raih Juara I MTQ Internasional di Irak, Zian Pulang Disambut Shalawat dan Air Mata Haru

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Kota Bima kembali menorehkan kebanggaan di panggung dunia. Putra terbaik daerah, Muhammad Zian Fahrezi, sukses meraih Juara I Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional Al-Ameed ke-III yang digelar di Karbala, Republik Irak.

Sang juara MTQ Internasional di Irak Muhammad Zian Fahrezi saat disambut haru. Foto: Ist

Prestasi ini menjadi kebahagiaan tersendiri untuk masyarakat Kota Bima dan Provinsi Nusa Tenggara Barat, sekaligus mengharumkan nama Indonesia di forum tilawah Al Qur’an tingkat internasional.

Kepulangan Zian ke tanah air disambut penuh suka cita. Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan serta keluarga besar, menyambut langsung kedatangan sang juara di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Selasa 10 Februari 2026.

Tak hanya itu, ratusan santri dari Pondok Pesantren Al Husainy turut hadir menyambut kepulangan Zian. Lantunan shalawat, doa, dan ungkapan syukur mengiringi suasana haru dan bahagia, menandai kepulangan seorang putra daerah yang telah mengukir sejarah.

Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan menyampaikan rasa bangga, haru, dan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian luar biasa tersebut.

“Prestasi ini bukan hanya membanggakan keluarga dan Kota Bima, tetapi juga Indonesia. Di usia yang masih sangat muda, ananda Zian telah membuktikan bahwa dengan ketekunan, disiplin, dan bimbingan yang tepat, generasi kita mampu bersaing dan unggul di tingkat internasional,” ungkapnya.

MTQ Internasional Al-Ameed ke-III diselenggarakan oleh Komite Tinggi Atabah Huseiniyah Karbala, berlangsung sejak 22 Januari hingga 5 Februari 2026, bertepatan dengan bulan Syakban 1447 Hijriah. Ajang prestisius ini diikuti para qari terbaik dari berbagai negara, menjadikannya salah satu kompetisi tilawah Al-Qur’an paling bergengsi di dunia.

Keberhasilan Muhammad Zian Fahrezi ini tentu saja menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya para santri, untuk terus mencintai, mempelajari, dan mengamalkan Al Qur’an, sekaligus membuktikan bahwa anak daerah mampu menembus panggung dunia dengan prestasi dan akhlak.

*Kahaba-04