Kabar Kota Bima

Optimis Tekan Angka Stunting, DPPKB Gelar Rakor TPPS

389
×

Optimis Tekan Angka Stunting, DPPKB Gelar Rakor TPPS

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Sebagai tidak lanjut upaya percepatan penurunan stunting, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bima bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) menggelar rapat koordinasi, di halaman kantor setempat, Kamis 16 Maret 2023.

Optimis Tekan Angka Stunting, DPPKB Gelar Rakor TPPS - Kabar Harian Bima
Kepala DPPKB Nurjanah saat memberikan sambutan Rakor Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Foto: Ist

Kegiatan ini dihadiri Kepala DPPKB Nurjanah, Sekretaris Hj Dewi Triyani, Kepala OPD, Camat, Lurah serta perwakilan UPT KB dan kepala PKM se-Kota Bima.

Optimis Tekan Angka Stunting, DPPKB Gelar Rakor TPPS - Kabar Harian Bima

Kepala DPPKB Nurjanah menyampaikan, Rakor ini membahas sejumlah program kerja ke depan dalam upaya menurunkan angka stunting di daerah. Adapun rencana percepatan ini meliputi pendekatan pada keluarga beresiko stunting yang mencakup diantaranya, penyediaan data berisiko stunting, pendampingan keluarga beresiko stunting, pendampingan semua calon pengantin pasangan usia subur, surveilans keluarga beresiko stunting hingga audit kasus.

“Kami ingin para peserta yang hadir menyamakan persepsi, sikap dan tujuan untuk bersama berupaya mencari penyebab terjadinya kasus stunting. Kemudian melakukan pemetaan dan beri tindakan aksi pencegahan agar tidak terjadinya kasus serupa,” ujarnya.

Nurjanah menjelaskan, terdapat beberapa strategi dalam menurunkan angka stunting, di antaranya meningkatkan komitmen dari pemerintah pusat hingga ke provinsi lalu tingkat kabupaten kota.

Berikutnya peningkatan komunikasi, perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat, peningkatan konvergensi intervensi spesifik dan intervensi sensitif di kementerian hingga ke pemerintahan daerah. Lalu peningkatan ketahanan pangan dan gizi, kemudian penguatan dan pengembangan sistem data informasi serta inovasi.

“Kami optimis angka stunting bisa ditekan seminimal mungkin, melalui kerjasama seluruh stakeholder untuk mewujudkan program kerja yang berkualitas dan efisien di lingkup masyarakat,” katanya.

Mantan Kepala Diskoperindag itu menambahkan, yang terpenting dalam menurunkan angka stunting adalah seluruh peserta yang hadir dapat mensosialisasikan kembali informasi tersebut pada masyarakat. Sehingga timbul kesadaran dari hati dan akhirnya memanfaatkan informasi tersebut.

*Kahaba-04