Kabar Kota Bima

Pancaroba, Waspada Potensi Hujan Lebat dan Angin Puting Beliung

938
×

Pancaroba, Waspada Potensi Hujan Lebat dan Angin Puting Beliung

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Saat ini wilayah Bima Dompu sedang memasuki masa peralihan atau pancaroba yaitu peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Pada saat masa peralihan, biasanya ditandai dengan adanya kondisi cuaca ekstrem yaitu seperti hujan lebat yang bersifat sporadis, angin kencang, angin puting beliung, badai guntur bahkan hujan es juga bisa terjadi.

Pancaroba, Waspada Potensi Hujan Lebat dan Angin Puting Beliung - Kabar Harian Bima
Ilustrasi

Andini Ganiswari selaku Forecaster BMKG Bima menjelaskan, hal ini disebabkan karena kondisi atmosfer saat masa peralihan menjadi labil karena pergantian masa udara dingin, dengan masa udara panas yang dampaknya akan lebih banyak tumbuh awan-awan konvektif atau awan hujan.

Pancaroba, Waspada Potensi Hujan Lebat dan Angin Puting Beliung - Kabar Harian Bima

Diakuinya, terpantau saat ini pada hari kamis 9 November 2023, telah terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah di Kota Bima, Dompu dan Kabupaten Bima yang menyebabkan dampak beberapa pohon tumbang di wilayah Kota Bima dan 1 unit rumah rusak di Kecamatan Dompu.

“Dari Cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Bima Dompu saat ini, tergolong normal terjadi saat pancaroba atau masa peralihan. Namun seringkali, masyarakat masih bingung dan susah untuk mengidentifikasi perbedaan angin kencang dan angin puting beliung,” jelasnya.

Kata Andini, angin kencang biasanya terjadi dalam ruang lingkup yang lebih luas, jadi wilayah yang terdampak pun lebih luas. Misalnya satu RW atau desa bisa terkena dampak angin kencang serta durasi terjadinya angin kencang lebih lama sekitar 10-30 menit dan dampak yang ditimbulkan lebih menyebar ke segala arah.

Sedangkan angin puting beliung
terjadi dalam ruang lingkup yang lebih kecil dan berdurasi singkat kurang dari 10 menit. Secara visual biasanya puting beliung terlihat menyerupai belalai/corong dan untuk dampak yang ditimbulkannya bersifat memusat.

Masa peralihan saat ini sambung Andini, diprakirakan masih terjadi hingga Bulan Desember Dasarian I, sedangkan awal musim hujan diprakirakan akan terjadi pada bulan Desember Dasarian II, untuk
wilayah Bima Dompu dan puncak musim hujan diprakirakan pada bulan Januari hingga maret 2024.

Kemudian untuk prakiraan cuaca 3 hari ke depan wilayah Bima Dompu masih berpotensi terjadi hujan, dengan intensitas sedang hingga lebat dapat disertai kilat/petir dan angin kencang serta gelombang tinggi lebih dari 2 meter di wilayah Perairan Selatan Bima Dompu dan Samudra Hindia Selatan NTB.

“Berdasarkan kondisi tersebut, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi dari bencana Hidrometeorologi, serta peka terhadap informasi cuaca yang didiseminasikan oleh BMKG untuk meminimalisir dampak yang
ditimbulkan dari bencana Hidrometeorologi,” tambahnya.

*Kahaba-01