Pemilik UD Satria Perdana Halangi Tugas Wartawan

Kota Bima, Kahaba.- Sikap pemilik UD Satria Perdana menghalangi tugas jurnalistik disesalkan sejumlah wartawan di Bima. Oknum diduga berusaha mengintimidasi dan melakukan tindak kekerasan terhadap Wartawan Kahaba.net, Ady Supriadin melalui karyawan dan orang suruhannya. (Baca. Ancam Bunuh Wartawan, Ruma Rengge Dilapor Polisi)

Pemilik UD. Satria Perdana, Ahyar saat bersama Ruma Rengge. Foto: Bin

Pemilik UD. Satria Perdana, Ahyar saat bersama Ruma Rengge. Foto: Bin

Ady mengaku, telah memperkenalkan diri dengan baik identitas dan asal media dengan rekannya Ahmad Syaifullah dari Koran Radar Tambora. Begitu pun tujuan kedatangan untuk konfirmasi soal informasi hutang Pemerintah Kabupaten Bima kepada tokonya telah disampaikan. Namun, Ahyar justru tidak langsung menjawab dan meminta untuk menunggu anak buahnya.

“Dua kali saya meminta waktu untuk konfrontir kebenaran informasi itu, tapi Pemilik Toko malah suruh menunggu anak buahnya dan sibuk dengan handphone. Saya pun tetap menunggu tanpa banyak protes,” ungkapnya.

Ketiga kalinya, Ady kemudian berinisiatif untuk bertanya kebenaran adanya hutang Pemkab Bima tersebut. Sayangnya, bukan jawaban yang didapat tapi makian dan kata-kata kasar yang dikeluarkan Ahyar.

Beberapa saat kemudian, Aminullah alias Ruma Rengge datang langsung mengamuk dan hendak memukul dirinya menggunakan batako. Untung saat itu, Ahmad Syaifulah melerai. Saat itu juga dua karyawan toko setempat juga berusaha utnuk mengeroyok Ady.

“Saat hendak memukul saya dengan Batako, Ruma Rengge mengeluarkan bahasa ancaman ‘Saya gorok leher kamu, kalau tidak segera tinggalakn tempat ini’. bahasa itu pun dikeluarkan lagi sesaat saya dan Ahmad Syaifulah bergegas pergi,” tandasnya.

Dirinya menyesalkan perlakuan pemilik toko dan Ruma Rengge. Padahak dia datang baik-baik, malah menerima makian dan ancaman.

“Pemilik Toko juga kesannya berusaha menutupi informasi itu kepada kami. Karena anak buahnya langsung datang marah-marah bukan memberikan informasi,” lanjutnya.

Sementara itu, Ahyar Pemilik UD Satria Perdana yang saat itu bersama Ruma Rengge saat dikonfirmasi mengatakan, Ady datang ribut-ribut di tokonya, padahal sudah diberitahu untuk menunggu sebentar.

“Saya tidak berani beri keterangan soal pertanyaan wartawan tersebut, karena yang tahu masalah itu Ruma Rengge. Saat itu saya hubungi Ruma Rengge, tapi wartawan itu terus menekan saya,” ucapnya.

Div tempat yang sama Ruma Rengge menjelaskan, wartawan itu tidak kode etik, dan caranya tidak sopan. “Kalau disuruh tunggu, ya mestinya tunggu. Jangan bikin ribut,” tuturnya

Ruma Rengge juga membantah jika dirinya mengancam dan ingin membunuh wartawan tersebut. “Saya hanya suruh keluar, karena menurut saya dia tidak tahu kode etik,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Gak ada maling yg mau ngaku, kalau ngaku dah membludak dipenjara. Ohh itu muka preman itu, yg sok jagoan….itu pemilik UD sok juga make preman. Jangan2 ada apanya dengan pemda dia itu…yang tabah teman wartawan, teruslah berkarya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *