Walikota Bima: Ayo Kerja, Tanam dan Pelihara Pohon Untuk Hidup Lebih Baik

Kota Bima, Kahaba.- Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin saat pembukaan Pekan Penghijauan Konservasi Alam Nasional (PPKAN) Kota Bima di So Mada Oi Besi Kelurahan Lelamase, Kamis (07/01) mengajak seluruh masyarakat untuk menanam dan memelihara pohon.

Walikota Bima saat memberikan sambutan pada PPKAN Kota Bima di So Mada Oi Besi Kelurahan Lelamase. Foto: Hum

Walikota Bima saat memberikan sambutan pada PPKAN Kota Bima di So Mada Oi Besi Kelurahan Lelamase. Foto: Hum

“Ayo kita kerja, tanam dan pelihara pohon untuk kehidupan yang lebih baik,” ujar Walikota Bima melalui siaran Pers yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Ihya Ghazali.

Kata Qurais, biasanya masyarakat tahunya hanya menebang hutan. Sekarang dirinya mengajak untuk ubah kebiasaan itu. Jika mau memanen, maka harus menanam. Prinsip tersebut berlaku luas, bukan hanya untuk hal penghijauan, namun juga dalam setiap segi kehidupan. “Menanamlah, baru memanen. Bekerjalah, baru memetik hasilnya,” ajaknya.

Kegiatan pekan penghijauan tersbeut dirangkaikan dengan Hari Juang Kartika dan Hari Perempuan Menanam. Lokasi yang berada di ujung Timur perbatasan antara Kabupaten Bima (Wawo Maria) ini ditempuh melalui perjalanan selama 30 menit dari Pusat Kota Bima.

Walikota dan Wakil Walikota Bima menuju lokasi bersama rombongan kepala SKPD dengan menggunakan motor trail. Berbagai organisasi dan elemen yang ada mulai dari FKPD, Kepolisian, Tentara, Organisasi-organisasi wanita, seluruh aparatur sipil lingkup pemerintah Kota Bima, pers, penggiat lingkungan serta masyarakat umum ikut dilibatkan pada kegiatan pekan penghijauan ini.

Pada kesempatan itu Walikota Bima pada kesempata itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat yang ada untuk bersama-sama mengembalikan keasrian alam. Penghijauan menjadi program wajib dan prioritas bagi Pemerintah Kota Bima. SKPD Rumpun Hijau (Dinas Kehutanan, Badan Lingkungan hidup, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan) harus mengalokasikan anggaran yang besar untuk penghijauan.

Pekan Penghijauan Konservasi Alam Nasional (PPKAN) Kota Bima di So Mada Oi Besi Kelurahan Lelamase. Foto: Hum

Pekan Penghijauan Konservasi Alam Nasional (PPKAN) Kota Bima di So Mada Oi Besi Kelurahan Lelamase. Foto: Hum

“Semua unsur masyarakat harus ikut menanam, mulai dari PNS, Kelompok Tani, hingga Pelajar,” sebutnya.

Dijelaskannya pula bahwa pembangunan kawasan-kawasan di Kota Bima sudah ditetapkan berdasarkan letak dan kondisi lahan. Hal ini pula bermaksud menepis anggapan bahwa pembangunan Kota Bima tidak berimbang, hanya menitik-beratkan wilayah barat saja. Menurutnya wilayah timur Kota Bima memegang peranan yang sangat penting untuk keberlanjutan Kota Bima.

“Wilayah timur menjadi lumbung pangan. Wilayah timur juga menjadi daerah resapan. Jika pegunungan di wilayah timur gundul, efek erosinya akan terasa sampai ke barat,” jelasnya.

Qurais mengungkapkan, saat ini kondisi pantai Kota Bima mengalami pendangkalan setebal 9 cm per tahun. Bisa dibayangkan kondisinya 10 atau 20 tahun ke depan. Berdasarkan pertimbangan tersebut maka masing-masing wilayah memiliki ciri dan kekhasan tersendiri, sehingga wilayah barat diarahkan sebagai pusat perdagangan dan jasa.

Sementara wilayah timur diarahkan untuk kawasan pertanian dan konservasi lingkungan. Itulah sebabnya di wilayah timur diarahkan untuk pembangunan jalan pertanian, embung, pipanisasi, dan saluran irigasi.

“Apa yang kita laksanakan hari ini adalah tabungan kita untuk masa depan. Menanam pohon ibaratnya adalah tabungan dunia akhirat. Semasa hidup, kita akan merasakan manfaat pohon-pohon tersebut sebagai pemberi kesejukan dan penjaga sumber air. Setelah kita meninggal, selama pohon itu tumbuh, ia akan menjadi amal jariah bagi kita dan akan menjadi warisan sangat berharga untuk masa depan anak cucu kita kelak,” paparnya.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *