Mahasiswa Tewas, Lembaga STKIP Serahkan Kepada Kepolisian

Kota Bima, Kahaba.- Pihak Lembaga Kampus STKIP Bima mengaku, menyerahkan semua penanganan proses hukum kepada Kepolisian untuk mengungkap kasus penganiayaan yang menyebabkan Rhoma Irama alias Oman tewas di lingkungan kampus kemarin. (Baca. Dibacok, Rhoma Irama Kritis)

Kampus STKIP Bima. Foto: Deno

Kampus STKIP Bima. Foto: Deno

Demikian disampaikan Lembaga Kampus STKIP Bima melalui Puket III, Herman saat dihubungi Kahaba.net, Kamis (7/1) siang via telepon seluler. (Baca. Korban Pembacokan, Rhoma Irama Meninggal Dunia)

Sementara untuk korban kata Herman, secara institusi kampus tetap bertanggungjawab atas insiden yang menewaskan Mahasiswa Semester VII Jurusan Bimbingan Konseling tersebut.

“Kita sudah membantu mulai dari biaya penanganan rumah sakit, pemulangan sampai pemakaman korban,” terang Herman. (Baca. Rumah Dosen STKIP Bima Dilempari Orang Tak Dikenal)

Untuk penanganan proses hukum, pihaknya telah menyerahkan barang bukti kepada Kepolisian sebagai bukti adanya kejadian di Kampus. Salah satunya rekaman CCTV yang memperlihatkan tindak penganiayaan terhadap korban.

Herman menghimbau kepada mahasiswa, tidak mengambil sikap masing-masing. Serta menyerahkan kepada Kepolisian untuk menangani sesuai prosedur hukum. Supaya tidak membias kepada orang lain.

“Biarkan aparat yang menyelidiki dan mengungkap kejadian kemarin. Kita harus taat pada proses hukum. Jangan sampai kita terpancing provokasi dan isu-isu dari pihak tidak bertanggungjawab,” ingatnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *