Sorot Marmer, PRD Tuding Walikota Bima Bohongi Publik

Kota Bima, Kahaba.- Puluhan massa aksi KPK-PRD Kota Bima, Rabu (20/1) turun ke jalan dan menggelar aksi di depan kantor Walikota Bima dan DPRD Kota Bima. PRD menyorot keberadaan tambang marmer yang tidak membawa kesejahteraan untuk rakyat.

PRD saat demo marmer di kantor Walikota Bima. Foto: Deno

PRD saat demo marmer di kantor Walikota Bima. Foto: Deno

Menurut PRD, Pemerintah harus segera mengambil sikap tegas soal tambang marmer. Sebab, kehadiran marmer telah menyengsarakan masyarakat dengan janji – janji kosong. PRD juga menuding Walikota Bima telah membohongi publik.

Korlap KPK-PRD Bima A. Rafik saat orasinya menilai kehadiran marmer di Kelurahan Oi Fo’o tidak procedural, catat hukum dan cacat administrasi. Sehingga hajatan awal yang ingin meningkatkan ekonomi rakyat Kota Bima, seperti yang diheboh-hebohkan Walikota Bima, hanya isapan jempol belaka.

“Sekarang mana bukti marmer sejahterahkan rakyat, mana buktinya. Yang ada hanya kesengsaraan rakyat di sekitar tambang dan merusak lingkungan. Soal marmer, Walikota Bima telah memohongi publik,” sorotnya.

Ia juga menyorot Walikota Bima yang sudah menyalahgunakan APBD untuk menghadirkan Marmer, seperti membawa Dewan dan masyarakat untuk studi banding di Tulung Agung dan relokasi. Padahal jelas dalam aturan, setiap kebutuhan apapun yang menyangkut tambang, harus disiapkan oleh investor dan perusahaan.

“Ini ko’ malah Pemerintah Kota Bima yang harus repot repot keluarkan uang rakyat untuk mendatangkan investor yang tidak jelas,” sesalnya.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima Ihya Ghazali saat dikonfirmasi soal tudingan tersebut menjawab, Walikota tidak pernah membohongi publik. Sebab, keberadaan marmer tersebut awalnya telah dilakukan pengkajian, dan marmer layak untuk dilakukan eksplorasi. Hanya saja hingga saat ini hasilnya belum ada.

“Pada dasarnya Pak Walikota Bima menghadirkan investor marmer untuk sejahterahkan masyarakat, namun kondisi justeru diluar dugaan. Di satu sisi, Pemkot Bima juga sudah keluarkan biaya banyak untuk mendapatkan hasil yang maksimal, namun kenyataannya belum ada hasil,” jelasnya.

Kata dia, jika kondisi marmer seperti itu dan belum ada hasil, tentu Pemerintah nanti akan memberikan sikap.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. nasib sudah menjadi bubur…… klo bubur di makan keluar jadi kotoran…… ini yang menimpa KOTA BIMA….. kesalahan si A tidak boleh di tanggunnnnnnggg si B… enak bgt donx klo jadi Walikota klo udah salah masa cuci tangggaannn terus mau suruh tanggggunngg kabag humas….. kabag humas yang baik juru bicara yang baik… tapi sayang bicara banyak yang tidak jelas asal keluar g tau apa arti kalimat yang di keluarkan… anda bukan burung yang di siul baru balas tuanya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *