Walikota Bima Hadiri Ceramah Umum Proxy War

Kota Bima, Kahaba.- Perwira Pembantu (Paban) IV/Komsos Ster TNI, Kolonel Kavaleri Achmad Said, menyampaikan ceramah umum tentang Proxy War kepada para Danramil dan Babinsa wilayah Bima, perwakilan pelajar SMA, organisasi wanita, serta Camat dan Lurah.

Walikota Bima saat memberikan sambutan acara Ceramah Umum Proxy War. Foto: Hum

Walikota Bima saat memberikan sambutan acara Ceramah Umum Proxy War. Foto: Hum

Acara yang berlangsung di Convention Hall Paruga Nae, Selasa (17/5) itu dihadiri Walikota Bima, Wakil Bupati Bima, anggota DPRD, Kapolres Bima Kota, Forum Kerukunan Umat Beragama, serta sejumlah pimpinan SKPD Lingkup Pemerintah Kota dan Kabupaten Bima.

Proxy War atau perang proksi adalah perang yang terjadi ketika lawan kekuatan menggunakan pihak ketiga sebagai pengganti berkelahi satu sama lain secara langsung. Peristiwa saling adu kekuatan antara pihak-pihak tertentu, dengan menggunakan pihak ketiga untuk memperkeruh situasi atau mengadu domba.

Walikota mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Kolonel Kavaleri Achmad Said, S. Sos. Dikatakannya, topik ceramah ini sangat penting bagi kita semua untuk menambah wawasan tentang strategi dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.

Kepada para pelajar yang hadir, Walikota berpesan untuk memanfaatkan waktu dengan positif. “Jauhi minuman keras dan obat-obatan terlarang. Jangan terlibat tawuran. Manfaatkan waktu luang dengan kegiatan-kegiatan yang berguna,” pesan Walikota Bima melalui siaran Pers yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Ihya Ghazali.

Ia pun mengingatkan kepada semua elemen masyarakat, mewujudkan keamanan wilayah bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah dan pihak keamanan. Masyarakat pun perlu melakukan pengawasan terhadap aktivitas-aktivitas yang dianggap meresahkan ketertiban lingkungan, kemudian dilaporkan kepada Pemerintah atau aparat keamanan.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *