Kabar Kota Bima

Sampah Menumpuk di Pantai Amahami, DLH Kota Bima Kerahkan Petugas dan Armada

555
×

Sampah Menumpuk di Pantai Amahami, DLH Kota Bima Kerahkan Petugas dan Armada

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Masyarakat masih membuang sampah sembarangan di area bibir Pantai Taman Amahami dan Masjid Terapung Kota Bima. Sampah plastik dan botol menumpuk, menyebabkan lingkungan menjadi kotor dan menimbulkan bau tidak sedap.

Sampah Menumpuk di Pantai Amahami, DLH Kota Bima Kerahkan Petugas dan Armada - Kabar Harian Bima
Petugas DLH saat membersihkan sampah di Taman Amahami. Foto: Ist

Kondisi ini mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima untuk menerjunkan tim kebersihan yang dibantu oleh empat armada mobil, guna membersihkan dan mengangkut sampah dalam jumlah besar tersebut.

Sampah Menumpuk di Pantai Amahami, DLH Kota Bima Kerahkan Petugas dan Armada - Kabar Harian Bima

“Benar, dalam tiga hari terakhir tim kebersihan terus bekerja untuk membersihkan sampah dan mengangkutnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” ujar Kepala DLH Kota Bima melalui Kabid PSLB3, Adilansyah, Selasa 14 Mei 2024.

Ia menjelaskan bahwa pembersihan tersebut dipastikan akan dilakukan selama sepekan, mengingat volume sampah yang cukup banyak sehingga membutuhkan waktu lama untuk diangkut. Selain sampah plastik dan botol, juga ditemukan batang pohon dan kayu di bibir pantai.

“Aksi pembersihan ini direncanakan berlangsung selama sepekan agar area Pantai Amahami dan Masjid Terapung bersih dan asri,” katanya.

Adilansyah mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan lagi, karena di sekitar Taman Amahami dan Masjid Terapung, pemerintah daerah telah menyediakan tempat sampah.

“Menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga seluruh pihak yang menggunakan fasilitas umum, apalagi di Taman Amahami dan Masjid Terapung yang kebersihannya harus tetap terjaga,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Bima, Syarif Rustaman, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara menyeluruh, guna memberikan kenyamanan dan sebagai bentuk keimanan dalam menjaga kelestarian laut.

*Kahaba-04