Komisi II Sampaikan 5 Bidang Hasil Studi Banding di Tangsel

Kota Bima, Kahaba.- Ada 5 bidang yang dipaparkan Komisi II DPRD Kota Bima saat paripurna penyampaian hasil studi banding di Kota Tangerang Selatan. 5 bidang itu masing – masing bidang perdagangan, bidang perindustrian, bidang pariwisata, bidang keuangan daerah dan bidang lingkungan hidup.

Rapat penyampaian hasil Kunker Komisi DPRD Kota Bima. Foto: Bin

Rapat penyampaian hasil Kunker Komisi DPRD Kota Bima. Foto: Bin

Agus Wirawan, anggota Komisi II yang ditunjuk membacakan hasil kunjungan studi banding mengatakan, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kapabilitas dan pemahaman dewan terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya yaitu, dengan melakukan studi banding ke daerah lain yang memiliki kemajuan dan keunggulan yang lebih baik.

Ini dilakukan dengan harapan agar keunggulan-keunggulan dan pengalaman-pengalaman yang dimiliki oleh daerah tujuan yang lebih maju, dapat diadopsi dan dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan berbagai kebijakan daerah, sehingga kebijakan kebijakan yang akan  diterapkan dapat lebih baik dalam mempercepat eskalasi pembangunan di daerah.

“Untuk itu sesuai dengan keputusan Pimpinan DPRD Kota Bima, dewan telah melaksanakan studi banding ke Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten,” tuturnya.

Berdasarkan pengamatan dan hasil pertemuan yang telah dilakukan Komosi II DPRD Kota Bima dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, beberapa hal yang dilakukan oleh Kota Tangerang dalam mewujudkan visi misinya adalah.

Pada bidang perdagangan, sektor perdagangan merupakan salah satu sektor andalan dalam meningkatkan perekonomian. Sebagai kota perdagangan yang sedang berkembang, Kota Tangerang Selatan menjanjikan bagi masa depan dunia usaha. Hal ini didukung dengan adanya pusat-pusat perdagangan dan bisnis dengan fasilitas yang sangat memadai, selain menunjang dunia usaha besar Kota Tangerang Selatan juga mengembangkan perdagangan tradisional. Sehingga, selain mengedepankan perdagangan modern Kota Tangerang Selatan juga tetap mempertahankan dan mengembangkan perdagangan tradisional  di wilayahnya.

“Untuk menjamin kelestarian keberadaan pasar tradisional Pemerintah Tangerang Selatan sangat selektif dalam memberikan izin terhadap pendirian pasar modern,” ujarnya.

Untuk bidang perindustrian, sambungnya, letak Kota Tangerang Selatan yang strategis karena berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, mendorong daerah ini ditetapkan sebagai bagian dari pengembangan Jabotabek yang disiapkan untuk mengantisipasi ledakan penduduk DKI. Sebagai daerah penyangga, wilayah ini dipersiapkan untuk mendorong kegiatan perdagangan, jasa dan industri.

Untuk mewujudkan Kota Tangerang Selatan sebagai kota industri, maka salah satu program yang dikembangkan yaitu program pengembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada industri rumah tangga, dengan sasaran meningkatkan produktifitas dan daya saing para pelaku industri dan pedagang kecil.

Kemudian pada bidang pariwisata, lanjut duta PAN itu, letak geografis Kota Tangerang Selatan yang berdekatan dengan Provinsi DKI Jakarta dan Kabupaten Tangerang menjadikan Kota Tangerang Selatan menawarkan objek wisata yang beragam dengan kombinasi yang modern dan alami. Disamping itu, Kota Tangerang Selatan juga menjadi tujuan wisata yang bersifat konsurisme, seperti wisata belanja dan kuliner.

Untuk pengembangan wisata di Kota Tangerang Selatan, pemerintah telah melakukan program pengembangan destinasy pariwisata melalui kegiatan pengembangan objek pariwisata unggulan dan pelaksanaan koordinasi dan pembangunan kemitraan pariwisata, serta program pengembangan pemasaran pariwisata, melalui kegiatan pengembangan dan penguatan informasi dan database, pengembangan sumber daya manusia dan profesionalisme bidang pariwisata serta pengembangan pemasaran dan promosi budaya dan pariwisata.

Lalu bidang keuangan daerah, salah satu sumber pendapatan yang memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap penerimaan daerah adalah penerimaan yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dimana untuk tahun 2016 total penerimaan daerah ditetapkan sebesar Rp 3.304 Triliun yang terdiri PAD sebesar Rp 1,197 Triliun, dana perimbangan sebesar Rp 940,20 Miliar lebih serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 443,54 Miliar lebih.

“Memperhatikan struktur penerimaan pendapatan daerah Kota Tangerang Selatan tersebut, PAD memberikan kontribusi yang paling besar terhadap penerimaan daerah,” katanya.

Sementara bidang lingkungan hidup tambah Agus, Kota Tangerang Selatan sebagai salah satu kota pusat perdagangan dan industri di Indonesia memiliki banyak keuntungan ekonomi, akan tetapi di sisi lain keberadaan industri di Kota Tangerang Selatan sangat berdampak pada lingkungan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah menetapkan berbagai kebijakan dibidang lingkungan hidup seperti pemberdayaan masyarakat untuk sadar lingkungan, menciptakan kondisi lingkungan yang hijau, bersih, teduh dan indah, meningkatkan pencegahan terhadap kerusakan dan pengendalian pencemaran sumber daya alam dalam rangka pelestarian fungsi lingkungan hidup.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *