Harga Bawang Merah di Desa Sai dan Sampungu Naik Rp 1,9 Juta

Kabupaten Bima, Kahaba.- Petani di Desa Sai dan Desa Sampungu Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima akhirnya lega, pasalnya harga bawang merah perlahan – lahan merangkak naik.

Petani bawang di Sai dan Sampungu panen. Foto: Noval

Petani bawang di Sai dan Sampungu panen. Foto: Noval

Jika dua pekan lalu harga bawang hanya Rp 1,5 juta per 100 Kg, sudah tiga hari sekarang bawang di dua desa setempat harganya naik hingga Rp 1,9 juta per 100 Kg.

Menurut petani bawang merah asal Desa Sai, Royal On Sai, harga bawang naik karena disejumlah daerah lainnya sudah selesai panen. Sementara di NTB, hanya di Kabupaten Bima seperti Kecamatan Soromandi, Wera, Sape, Lambu, Woha dan Belo yang belum panen.

”Alhamdulillah, sudah tiga hari ini harga bawang naik,” ungkapnya, Jumat (20/10).

Saat ini diakuinya, Desa Sai para petani bawang merah tengah panen. Ada yang sudah cabut, ada yang tengah proses jemur dan ada juga petani yang tengah mengikat bawang hasil panen untuk dijual. Dirinya pun berharap semoga pekan depan, harga bawang tetap seperti saat ini atau lebih.

Sementara itu, petani bawang merah asal Desa Sampungu Haris meyakini,  harga bawang merah akan terus naik hingga Rp 2 juta lebih sampai akhir bulan ini. Bawang di Sampungu, barus sebagian kecil saja yang saat ini tengah proses panen.

”Saya merasa yakin karena nanti bawang di desa lainnya habis, tinggal bawang di sampungu saja yang masih banyak. Otomatis, harga bawang akan naik,” ujarnya.

*Noval

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *