Dewan Minta Walikota Bima tidak Hanya Urus Amahami

Kota Bima, Kahaba.- Ketua Komisi III DPRD Kota Bima, Sudirman DJ mengeritisi pernyataan Walikota Bima yang menjawab soal timbunan Amahami. Pada pemberitaan sebelumnya, Walikota meminta sejumlah pihak tidak hanya menyorot soal timbunan Amahami, tapi juga masalah warga yang bangun rumah di bantaran sungai dan got – got mampet, yang juga jadi penyebab banjir. (Baca. Soal Banjir, Qurais: Jangan Timbunan Amahami Saja yang Disorot Dong!)

Ketua Komisi III DPRD Kota Bima Sudirman DJ saat diwawancara wartawan. Foto: Bin

Menanggapi pernyataan Walikota Bima tersebut, Sudirman DJ malah meminta kepada orang nomor satu di Kota Bima itu tidak hanya mengurus Amahami. Sebab, masih banyak hal juga yang harus diurus.

“Kalau Walikota Bima bilang kenapa tidak disorot yang menyebabkan banjir itu warga yang bangun rumah di bantaran sungai dan got – got mampet. Pertanyaan saya, selama ini Pemerintah dimana, ko’ ga urus warga yang bangun rumah dibantaran sungai dan got – go mampet,” sorotnya.

Menurut duta Partai Gerindra itu, memang bukan semata – mata timbunan Amahami yang menjadi biang banjir. Warga yang bangun pemukiman di bantaran sungai dan got mampet juga menjadi penyebab banjir. Lantas, kemana pemerintah selama ini sampai tidak mengurus, menegur dan melarang warga bangun rumah di bantaran sungai dan tidak membersihkan got mampet.

“Jadi Walikota Bima jangan hanya urus masalah Amahami saja. Got mampet itu juga jadi urusan Walikota Bima selaku pemerintah. Warga yang bangun rumah di bantaran sungai juga harus diurus, ditegur dan dilarang,” tegasnya.

Karena banjir sudah merubah wajah Kota Bima, mantan Lowyer itu meminta kepada Pemerintah Kota Bima bisa memetik pelajaran dari bencana tersebut. Yang terpenting yakni mengevaluasi diri, apa yang sudah dilakukan untuk daerah.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *