Dikbud Sesalkan Kasus Pembunuhan Siswa

Kota Bima, Kahaba.- Kasus pembunuhan yang menewaskan siswa SMKN 1 Kota Bima disesalkan oleh Dikbud NTB. Sebab, kasus pengeroyokan yang menyebabkan nyawa melayang seharusnya tidak boleh terjadi.

Kepala UPTD Dikbud Layanan Dikmen dan PK-PLK Bima, Abdul Hafid. Foto: Eric

“Kasus ini sangat disesalkan, dan menampar institusi dunia pendidikan,” ujar Kepala UPT. Dikbud Dikmen PK-PLK NTB Abdul Hafid kepada kahaba.net, Senin (20/2).

Menurut dia, Kemendikbud melarang keras adanya tindakan kekerasan fisik, pelecehan dan bentuk intimidasi lainnya. Karena dapat mengganggu iklim pendidikan dan berdampak luas.

“Kejadian ini sungguh meninggalkan luka bagi pendidikan, siswa yang seharusnya menuntut ilmu justeru melakukan tindak kekerasan,” sesalnya.

Atas insiden itu, dirinya meminta kepada jajaran Dikmen secepatnya menggelar rapat bersama seluruh kepala sekolah, terutama untuk wilayah di Kota Bima. Guna menindaklanjuti, menyikapi serta mencari formula agar kejadian ini tidak terulang lagi.

Bila perlu ia menyarankan agar sistem keamanan sekolah ditingkatkan dan pembinaan karakter berupa wawasan kebangsaan, keagamaan dan budaya dan seni. Agar kedepan mental dan psikologis siswa menjadi tangguh, tidak terpengaruh oleh aksi negatif.

Hafid juga meminta, agar kejadian ini menjadi pelajaran semua pihak baik itu sekolah maupun orang tua. Khusus orang tua harus lebih peka dan mengawasi anak dengan baik. Karena jam belajar di sekolah lebih singkat dibandingkan waktu berada dalam lingkungan masyarakat.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *