Seleksi PTT Dilaksanakan dengan Jujur dan Independen

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi NTB H. Moh Irfan menegaskan pelaksanaan seleksi Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kesehatan tingkat Kabupaten Bima sudah berjalan dengan jujur, independen dan tanpa intervensi dari siapapun.

Kepala LPMP Provinsi NTB H. Moh Irfan.

Kepada Kahaba irfan menjelaskan, seleksi PTT merupakan kewenangan Pemkab Bima dalam hal ini Setda Kabupaten Bima sekaligus sebagai ketua panitia. Sementara seleksi administrasi dilakukan oleh panitia daerah, dalam hal ini BKD kab bima.

“Pada bulan Januari 2017 Pemkab Bima melalui Sekda bersurat secara resmi ke LPMP, meminta LPMP membantu melakukan tes akademik untuk 1.229 peserta yang telah lulus seleksi administrasi,” ungkapnya.

Untuk menjawab permintaan tersebut kata Irfan, maka LPMP menggandeng Poltekes Mataram untuk melakukan tes akademik, penyusunan soal, validasi soal kompetensi kesehatan oleh Poltekes, soal umum dan wawasan kebangsaan oleh LPMP.

Kemudian, pelaksanaan tes akademik dilakukan 2 tahap yaitu ujian tulis, kompetensi dasar keahlian sesuai bidang masing-masin. Lalu pada tes wawancara, berkaitan wawasan, integritas, komitmen dan loyalitas serta wawasan kebangsaan.

“Untuk diketahui, ujian tulis bobotnya 60 dan wawancara 40,” sebutnya.

Sambung Irfan, seleksi akademik telah dilakukan, hasilnya kemudian diserahkan dan Pemkab Bima penetapkan kelulusan seluruhnya sesuai dengan hasil tes.

Wujud dari akuntabilitas dan independensi pelaksanaan, ia mengakui, LPMP melampirkan seluruh lembar jawaban peserta dan perolehan nilai seluruh peserta ke Pemkab Bima.

“Ini kami lakukan sesuai dengan arahan Bupati Bima ke LPMP untuk melaksanakan dengan jujur, independen untuk menghasilkan sumber daya yang berkualitas,” terangnya.

Irfan menambahkan, hasil seleksi tentunya tidak bisa memuaskan seluruh pihak. 111 tenaga PTT yang lulus seleksi akademik, dihasilkan sesuai kemampuan mereka, tidak ada intervensi dari siapapun. Jauh dari kecurangan, kredibilitas lembaga dan tim seleksi taruhannya.

“Kita harus memulai berpikir positif terhadap apa yang dilakukan Pemkab Bima. Kalau ada bukti kecurangan dari proses ini pasti ditindaklanjuti. Karena siapapun diberikan ruang untuk mengawal,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *