Yuuk, Ngabuburit Sambil Nikmati Sunset di Atas Lare-Lare

Kota Bima, Kahaba.- Menara berbentuk persegi delapan atau Nggusu Waru yang disebut Lare-Lare di batas Kota Bima, kini menjadi lokasi Ngabuburit(menunggu waktu berbuka puasa) baru yang digemari. Bangunan setinggi 30 meter yang berdiri di samping kanan jalan ini setiap sore selalu ramai dikunjungi warga.

Lare-Lare di Batas Kota Bima. Foto: Ady

Di atas bangunan ini pengunjung disuguhkan dengan pemandangan mempesona. Bisa memandang lepas keindahan Teluk Bima dari ketinggian. Dan yang paling ditunggu pengunjung adalah menyaksikan keindahan sunset (matahari terbenam) di balik pegunungan Kecamatan Donggo.

Menara yang dibangun Pemerintah Kota Bima setahun lalu ini pula menjadi lokasi favorit untuk berswa foto (selfi) dengan keluarga dan orang terdekat. Sambil mengabadikan momen kebersamaan ketika mentari mulai kembali ke peraduannya.

Pemerintah Kota Bima juga telah menyiapkan informasi bagi pengunjung terkait makna filosofi Lare berbentuk Nggusu Waru. Yakni delapan kriteria utama yang mesti dimiliki pemimpin di Dana Mbojo. Jadi selain melihat pemandangan, pengunjung pun bisa mendapatkan informasi bermanfaat.

Nggusu Waru ini telah menjadi nilai luhur yang dipegang teguh masyarakat Bima sejak zaman Kesultanan hingga sekarang. Informasi edukasi ini dipasang dengan rapi saat mulai menginjakkan kaki di tangga pertama sampai di atas beranda Lare-Lare.

Kedelapan sifat atau karakteristik yang terkandung di dalamnya sekaligus dapat dijadikan kriteria alternatif bagi seseorang yang akan dipilih atau diangkat menjadi pemimpin. Yakni (1) Dou maja labo dahu dindai Ruma Allahu Ta’ala, (2) Dou ma bae ade, (3) Dou ma mbani labo disa, (4) Dou ma lembo ade ro ma na’e sabar, (5) Dou ma ndinga nggahi rawi pahu, (6) Dou ma taho hid’i, (7) Dou ma d’i woha dou, (8) Dou ma ntau ro wara.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *