Jelang Pilkada, Dana Hibah Naik 3 Kali Lipat

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kota Bima Alfian Indrawirawan menunjukan pengajuan anggaran dana hibah pada APBD Tahun 2018 meningkat signikan. Dari tahun 2017 hanya belasan miliar, meningkat menjadi puluhan miliar.

Halaman pada KUA PPAS APBD tahun 2018 yang tertera anggaran dana hibah. Foto: Bin

Kepada media ini ia mengungkapkan, pihaknya sudah menerima dokumen KUA PPAS APBD tahun 2018. Padadokumen tersebut, secara gelondongan pengajuan dana hibah meningkat 3 kali lipat.

“Pengajuannya sebanyak Rp 36 Miliar. Tahun 2017 seingkat kami hanya belasan miliar, atau sekitar Rp 16 Miliar. Angkanya naik 3 kali lipat,” ungkapnya, Senin (7/8).

Menurut duta Partai Golkar tersebut, angka Rp 36 miliar itu sangat banyak. Makanya pada pembahasan nanti pihaknya akan mempertanyakan rincian kebutuhan dana hibah tersebut.

“Jika nanti tidak bisa dirasionalisasikan, tentu akan dicoret,” katanya.

Sambung Alfian, pengajuan dana hibah yang tiba – tiba naik untuk tahun 2018 tentu tidak terlepas dari urusan politik dan Pilkada tahun depan. Apalagi Wakil Walikota Bima sekarang bakal ikut mencalonkan diri sebagai Walikota Bima.

“Makanya nanti kita lihat rasionalisasinya. Apa maksudnya anggaran dana hibah tiba – tiba sebesar ini,” tanyanya.

Di tempat yang sama, M. Irfan yang juga anggota DPRD Kota Bima menjelaskan, diakhir jabatan kepala daerah itu memang sudah biasa dana hibah meningkat signifikan. Tapi harus dilihat, maksud dan tujuannya nanti jelas atau tidak.

“Lihat nanti pada saat pembahasan. Jika tidak bisa dijelaskan oleh eksekutif, larinya juga ke urusan politik dan pilkada,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Kota Bima Muhtar Landa yang berada di kantor DPRD Kota Bima, saat dikonfirmasi soal itu menunjuk kepala BPPKAD Zainuddin yang berada disampingnya. Zainuddin pun saat ditanya juga melempar ke Kepala Bappeda Abdurrahman Iba, yang berada disekitarnya.

Abdurrahman yang dikonfirmasi soal membenarkan pengajuan dana hibah dimaksud. Hanya saja, dirinya belum bisa menjelaskan, sebelum membahas dengan dewan.

“Iya benar segitu, tapi tetap saya belum bisa jelaskan sebelum dibahas bersama di dewan,” katanya singkat.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *