Insiden Ledakan Kembang Api, Panitia Minta Maaf

Kota Bima, Kahaba.- Panitia Kegiatan Lomba Rancang Busana Dekranasda Kota Bima menyampaikan permohonan maaf secara mendalam kepada masyarakat Kota Bima. Permohonan maaf itu terkait insiden ledakan kembang api pada malam penutupan kegiatan dua hari lalu yang menuai kritikan dari banyak masyarakat. (Baca. Ledakan Kembang Api di Acara Dekranasda Bikin Panik, Warga: Jangan Sewenang – Wenang!)

Kepala Dinas Koperindag Kota Bima Nurjanah. Foto: Bin

Insiden menyalanya kembang api yang dilaksanakan Dekranasda Kota Bima pada Sabtu (10/9) lalu. Ketua Panitia Kegiatan lomba rancang busana tersebut, Nurjanah mengakui itu merupakan tindakan tidak disengaja.

“Atas nama panitia lomba, dan juga Pemerintah Kota Bima kami meminta maaf kepada masyarakat, karena menganggu kenyamanan saat beristrahat. Tidak unsur kesengajaan panitia,” kata Ketua Panitia Kegiatan, Nurjanah, Senin (11/9).

Nurjana yang juga Kepala Dinas Koperindag Kota Bima ini mengakui bahwa pesta kembang api saat tengah malam tersebut memang bagian dari hiburan kegiatan. Sebagai bentuk kemeriahan penyelenggaraan lomba setelah dua hari kegiatan dilaksanakan.

“Kembang api ini hanya bagian hiburan, tidak bermaksud membuat masyarakat terganggu,” akunya.

Dijelaskan Mantan Camat Rasanae Barat itu, pesta kembang api dalam lomba rancang busana tersebut bukan kali ini saja, tetapi setiap tahun dilakukan pada saat penutupan kegiatan lomba.

“Tahun lalu ada kembang api, begitupun tahun ini juga. Sehingga sebenarnya tidak ada masalah, hanya saja memang harus diakui waktu dan daya ledaknya yang terlalu tinggi. Sehingga kami meminta maaf sekali lagi kepada masyarakat,” ujarnya.

Mengingat kegiatan tersebut dilaksanakan setiap tahun kata dia, maka pihaknya akan mengevaluasi kembali sistem kegiatan sehingga tidak terulang kembali peristiwa yang mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Kami akan lakukan beberapa pembenahan dan evaluasi agar kejadian ini tidak terulang kembali,” tambahnya.

DItanya soal rencana warga melapor soal itu ke polisi, Nurjanah berharap persoalan itu tidak dibesar – besarkan. Karena jika masalah dibesar – besarkan, maka dampaknya akan sangat luas.  (Baca. Panitia Rancang Busana Akan Dilapor Polisi)

“Jadi biasa saja lah,” harapnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *